Denpasar – Polda Bali melalui Direktorat Intelkam memperkuat pengawasan distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan LPG dengan menggandeng Hiswana Migas DPC Bali serta PT Pertamina Patra Niaga Regional Bali. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyaluran energi subsidi berjalan tepat sasaran dan sesuai regulasi.
Kegiatan silaturahmi dan koordinasi tersebut digelar pada Rabu (29/4) di kawasan Duta Orchid Garden, Denpasar Timur, dan dihadiri sejumlah pemangku kepentingan sektor energi di Bali.
Direktur Intelkam Polda Bali, Andy Ervyn, menegaskan pentingnya sinergi antara aparat penegak hukum, pelaku usaha, dan penyedia energi guna menjaga stabilitas distribusi BBM dan LPG.
Dalam pertemuan itu, disampaikan bahwa ketersediaan BBM dan LPG di Bali saat ini berada dalam kondisi aman dan terkendali. Distribusi dinilai berjalan lancar dengan dukungan pasokan dari kilang domestik maupun impor yang disalurkan melalui terminal energi di wilayah Manggis dan Pesanggaran.
Selain itu, jaringan distribusi juga diperkuat dengan keberadaan SPBU, SPBE, Pertashop, serta agen LPG yang tersebar di seluruh wilayah Bali, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara optimal.
Meski demikian, terdapat dinamika konsumsi energi yang menjadi perhatian, yakni penurunan penggunaan BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar, sementara permintaan LPG subsidi justru mengalami peningkatan. Kondisi ini mendorong perlunya pengawasan lebih ketat agar penyaluran tetap tepat sasaran.
Sebagai langkah pengendalian, Pertamina telah menerapkan sistem QR Code melalui program Subsidi Tepat untuk mengontrol distribusi BBM bersubsidi. Monitoring rutin juga dilakukan di SPBU, termasuk pengecekan kualitas dan kuantitas bahan bakar.
Dalam forum tersebut juga terungkap adanya potensi penyalahgunaan surat rekomendasi oleh oknum tertentu untuk melakukan transaksi berulang. Hal ini dinilai dapat mengganggu distribusi subsidi jika tidak segera diantisipasi.
Upaya pencegahan terus dilakukan melalui pendekatan persuasif kepada masyarakat, termasuk imbauan menjaga integritas dalam proses distribusi energi.
Melalui penguatan koordinasi lintas sektor dan pengawasan yang konsisten, diharapkan distribusi BBM dan LPG di Bali dapat berjalan lebih transparan, tepat sasaran, serta mampu mencegah potensi penyimpangan di lapangan.
Baca Artikel Menarik Lainnya : Petugas SWRO Ceningan Meninggal Dunia Akibat Tersengat Listrik Saat Bekerja