2026-04-26 19:24:42

BPBD Gianyar gelar Simulasi terpadu, integrasi spab Destana, TRC Multisektoral dan Comando center 112. Dalam rangka hari kesiapsiagaan nasional

Lingkungan Oleh: Putra


Gianyar, Bali"# Dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026, BPBD Kabupaten Gianyar bersama Yayasan IDEP Selaras Alam menggelar simulasi kebencanaan terpadu di SMP Negeri 1 Tampaksiring sebagai model nyata integrasi sistem kesiapsiagaan berbasis komunitas dan satuan pendidikan.
Kegiatan ini bukan sekadar simulasi, tetapi merupakan implementasi terintegrasi empat pilar ketangguhan daerah, yaitu:
a. Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di lingkungan sekolah,
b. Desa Tangguh Bencana (DESTANA) Manukaya,
c. TRC Multisektoral Kabupaten Gianyar, dan
d. penguatan layanan darurat melalui Command Center 112 Gianyar.

Seluruh komponen bergerak dalam satu skenario terpadu, memperlihatkan bagaimana sistem bekerja dari hulu ke hilir—mulai dari deteksi kejadian, pelaporan cepat melalui 112, hingga respon lapangan yang terkoordinasi.

Simulasi melibatkan unsur lintas sektor, antara lain DAMKAR, Puskesmas I Tampaksiring, Forum Pengurangan Risiko Bencana Desa Manukaya, aparat Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Manukaya, serta partisipasi aktif murid dan guru. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa kesiapsiagaan adalah ekosistem, bukan kerja satu institusi.

Perwakilan BPBD Gianyar menegaskan bahwa pendekatan ini dirancang untuk memastikan tidak ada jeda antara informasi dan aksi.
“Ketika kejadian terjadi, laporan masuk melalui 112, Command Center langsung mengaktivasi TRC Multisektoral, sementara sekolah menjalankan SOP SPAB dan komunitas DESTANA bergerak sebagai respon awal. Ini adalah sistem yang hidup dan terhubung,” jelasnya.

Skenario simulasi menitikberatkan pada respon gempa bumi yang berkembang menjadi situasi darurat lanjutan, menguji kecepatan evakuasi, ketepatan komunikasi, serta sinergi antar unsur di lapangan. Setiap peran diuji untuk memastikan standar pelayanan minimal penanggulangan bencana dapat berjalan optimal.

Melalui kegiatan ini, BPBD Gianyar menegaskan komitmennya dalam membangun budaya sadar bencana yang berkelanjutan, dengan memperkuat konektivitas antara sekolah, desa, dan sistem komando darurat berbasis teknologi.
Dengan semangat “Siap untuk Selamat”, Gianyar terus bergerak menuju daerah yang tangguh, responsif, dan adaptif terhadap risiko bencana. Lis


Baca Artikel Menarik Lainnya : Sebanyak 36 warga penerima bantuan rumah deret ikuti latihan  keterampilan anyaman bambu.