Klungkung,- Puncak peringatan Hari Ulang Tahun ( HUT ) ke-68 Provinsi Bali di Kabupaten Klungkung ditandai dengan upacara peringatan yang dipimpin langsung oleh Bupati Klungkung, I Made Satria, Jumat ( 14/08/26 ).
Mengusung tema, “Suci Lascarya, Nusa Wijaya”, kegiatan yang di gelar di Alun-Alun Ida Dewa Agung Jambe, Kelurahan, Semarapura Klod, Kecamatan Klungkung ini turut serta dihadiri oleh Dandim 1610/Klungkung Letkol Kav Sidik Pramono, S.Sos., M.M., M. Han beserta anggotanya.
Dalam amanat Gubernur Bali yang dibacakan oleh Inspektur upacara disampaikan bahwa pentingnya menjaga keseimbangan sekala - niskala dan memastikan arah kemajuan material sejalan dengan nilai spiritual.
Gubernur Bali juga mengajak pemerintah dan masyarakat untuk terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik serta melanjutkan pembangunan yang maju, berkelanjutan, dan berdaya saing.
Pada kesempatan ini, juga ditekankan pentingnya menjaga kelestarian tradisi, seni budaya serta nilai-nilai spiritual Hindu Bali di tengah arus globalisasi. Pelestarian alam dan budaya dengan menjaga kearifan lokal agar tidak tergerus oleh arus modernisasi dan pembangunan.
Kesinambungan generasi dengan berkomitmen mewujudkan kesejahteraan masyarakat Bali yang harmonis, aman, damai dan berkelanjutan serta mendorong seluruh elemen masyarakat dan instansi pemerintah daerah untuk bekerja bersama dengan tulus ikhlas demi kesejahteraan masyarakat Bali secara menyeluruh, “imbuhnya.
Sementara itu, ditemui usai kegiatan Dandim 1610/Klungkung Letkol Kav Sidik Pramono, S.Sos., M.M., M. Han menyampaikan, peringatan hari jadi Provinsi Bali merupakan hal yang wajib disyukuri, dipahami dan dijadikan suatu refleksi perjalanan Provinsi Bali dalam segala bidang.
Menurut Almamater Akmil tahun 2005 ini, peringatan ini bukan hanya seremonial belaka, namun harus menjadi barometer untuk memotivasi serta menilai pembangunan, perkembangan serta pencapaian Bali dalam mensejahterakan masyarakatnya.
Pada tahun ini peringatan HUT Ke 68 Provinsi Bali mengusung tema “Suci Lascarya, Nusa Wijaya”, yang memiliki makna "Suci Lascarya : Kesucian hati, ketulusan, serta pengabdian yang tulus dan ikhlas tanpa pamrih, sedangkan “ Nusa Wijaya" : Kejayaan, kemenangan, atau kemajuan pulau Bali.
Tema ini menjadi pengingat akan pentingnya semangat pengabdian dan kebersamaan seluruh masyarakat dalam menjaga harmoni alam, manusia, dan budaya demi mewujudkan Bali yang semakin maju, kuat, dan sejahtera.
Lebih lanjut, Dandim menambahkan bahwa dalam perjalanan rentan waktu usia 68 tahun tentu banyak capaian, prestasi, hambatan, dan tantangan yang dihadapi. Mari kita maknai peringatan 68 tahun Provinsi Bali ini untuk tetap semangat dan berjuang daam mewujudkan Bali yang semakin kuat dan sejahtera yang dilandasi dengan semangat pengabdian dan kebersamaan seluruh masyarakat dalam menjaga harmoni alam, manusia, dan budaya sesuai tema yang diusung “Suci Lascarya, Nusa Wijaya”, “pungkasnya. ( Peg ).
Baca Artikel Menarik Lainnya : Walikota Jaya Negara Pacu Semangat Perbekel/Lurah Gencarkan Langkah Pencegahan Lonjakan Covid-19