JIMBARAN --- Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima kunjungan dari Aliansi Pasifik (Pacific Alliance) yang didampingi dari Kementerian Sekretariat Negara bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Luar Negeri, Rabu (22/7/2026). Kunjungan ke Bali ini merupakan rangkaian acara "Indonesia-Pacific Alliance Workshop on Disaster Resilient Tourism Destinations". Dalam kesempatan itu sekaligus meninjau langsung strategi pengelolaan risiko bencana dan pariwisata berkelanjutan yang diterapkan di Pulau Dewata.
Aliansi Pasifik (Pacific Alliance) merupakan blok integrasi ekonomi pragmatis yang dibentuk oleh Chili, Kolombia, Meksiko, dan Peru pada tahun 2011. Sebanyak 11 orang perwakilan dari keempat negara tersebut hadir langsung pada kunjungan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar.
Acara yang diinisiasi oleh Kementerian Sekretariat Negara bekerja sama dengan BNPB tersebut berfokus pada pertukaran pengalaman dalam menciptakan destinasi pariwisata yang tangguh bencana. Yang menjadi pertimbangan Bali dipilih dalam rangkaian acara ini, karena dinilai sebagai wilayah yang representatif dan siap dalam penanganan kebencanaan.
Kedatangan mereka disamput hangat oleh Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya dan didampingi jajarannya. Sesi awal dibuka dengan sambutan dari Kepala Kantor dan dilanjutkan sambutan dari perwakilan Biro KTLN Setneg dan Direktorat KSIA Amerip Kemenlu.
Dari pemaparan yang disampaikan dan juga penayangan video operasi SAR, latihan SAR mendapat apresiasi dari peserta yang hadir. Perwakilan Kemenlu mengutarakan rasa bangganya, karena didepan perwakilan Aliansi Pasifik, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar bisa menampilkan aksi heroik pelaksanaan operasi SAR.
Pada sesi diskusi mereka terlihat antusias mengajukan pertanyaan seputar penanganan pada kondisi membahayakan manusia di wilayah Bali, khususnya destinasi wisata alam, seperti gunung dan perairan/pantai/ wisata tirta lainnya. Di kesempatan itu juga ditanya tentang bagaimana berkoordinasi dengan stakeholder ataupun relawan sehingga bisa merespon cepat saat keadaan darurat.
Usai sesi diskusi, para peserta diajak untuk melihat Alut darat dan peralatan SAR, sebelum akhirnya dinerikan kesempatan untuk menonton demonstrasi evakuasi korban di ketinggian. Demonstrasi dilaksanakan di tower Gedung Bayusuta, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar. Kegiatan ini melibatkan 10 rescuer, dimana 2 orang diturunkan ke bawah untuk menjangkau korban dengan teknik lowering, sementara personel lainnya memasang sistem untuk kembali menaikkan 2 rescuer beserta korban.
Tepukan meriah dari para penonton terdengar riuh, mengapresiasi kemampuan tim rescue dalam melakukan teknik evakuasi di ketinggian. Bahkan 2 orang perwakilan negara luar ikut tertarik untuk mencoba teknik lowering tersebut. Keseluruhan demonstrasi berjalan aman dan lancar. Rangkaian acara di tutup dengan sesi foto bersama. (ay/s)
Baca Artikel Menarik Lainnya : Pasar Galiran Jadi Jujukan Tim Monitoring, Pasiter Kodim Klungkung Tegaskan Stock dan Harga Pangan Stabil