2026-07-20 09:10:58

Menjaga Keseimbangan Sektor Pariwisata dan Pertanian: Menyikapi Fenomena Ledakan Populasi Lalat di Kintamani

Lingkungan Oleh: Putra



Bangli,Bali Dwipa News.co.id-Fenomena peningkatan populasi lalat di kawasan wisata Kintamani, Kabupaten Bangli, menjadi tantangan serius yang mempertemukan dua sektor vital: Pariwisata dan Pertanian. Di satu sisi, kenyamanan wisatawan harus dijaga demi reputasi destinasi; di sisi lain, keberlangsungan hidup petani lokal tidak boleh dikorbankan.

Menanggapi dugaan penggunaan pupuk kandang sebagai pemicu utama, Advokat dan Tokoh Masyarakat Kintamani, Made Somya Putra, S.H., M.H., menekankan pentingnya pengambilan kebijakan berbasis data dan riset ilmiah (evidence-based policy). Hingga kini, belum ada kajian independen komprehensif yang mengurai korelasi antara siklus cuaca, aktivitas peternakan, dan pola pertanian di kawasan tersebut.

Pemerintah dan akademisi diharapkan segera turun tangan melakukan penelitian mendalam. Langkah penanganan berbasis zonasi—dengan memprioritaskan kawasan lingkar Kaldera Batur sebagai pilot project—serta penyediaan fasilitas fermentasi pupuk bagi petani dinilai sebagai solusi yang jauh lebih adaptif dan adil.

Kunci penyelesaian masalah ini bukanlah pembatasan sepihak, melainkan kolaborasi lintas sektor demi merawat ekosistem Kintamani yang berkelanjutan.( I Made Somya Putra)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Kodim 1610/Klungkung Gelar Pemeriksaan Kesehatan Rutin Di Posbindu