2026-07-16 09:48:39

B,SUK DESA, CARA BARU PENANGGULANGAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI KARANGASEM

Lingkungan Oleh: Putra



    Semakin meningkatkanya  warga Kabupaten Karangasem terjerat penyalahgunaan narkoba, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Karangasem telah melakukan beragam cara untuk mengantisipasi penyakit yang yang dapat menghancurkan fisik dan mental para pengguna Narkoba bahkan sampai berujung kematian.
     Salah satu program aksi cara penanggulangan penyalahgunaan Narkoba teranyar oleh BNNK Karangasem adalah B,Suk Desa (BNN Masuk Desa). 
     Program B,Suk Desa menurut Kepala BNNK Karangasem  Alvin Andrew Dias,S.H., Rabu, (14/7/2026) di ruang kerjanya Kantor BNNK Karangasem Jalan Untung Surapati Amlapura.  merupakan inovasi pelayanan terpadu yang mendekatkan layanan P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika) kepada masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor di tingkat kecamatan dan desa. Dengan mengintegrasikan layanan bergerak, edukasi berbasis budaya lokal, serta penjangkauan rehabilitasi melalui Halo PaJek, program ini mampu meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan BNN secara mudah, cepat, aman, dan tanpa biaya. 
     Ditegaskan Alvin, melalui pelaksanaan yang bertahap, mulai dari pembentukan fondasi, implementasi di wilayah percontohan, hingga penguatan layanan secara berkelanjutan. B,SUK Desa diharapkan dapat mewujudkan layanan P4GN yang terintegrasi, memperkuat peran pemerintah daerah dan masyarakat, serta menciptakan Kabupaten Karangasem yang lebih tangguh dan responsif dalam upaya pencegahan serta penanggulangan penyalahgunaan narkoba
     Lebih lanjut Alvin, menegaskan melalui inovasi BNN Masuk Desa, diharapkan seluruh masyarakat Kabupaten Karangasem memiliki pemahaman yang lebih baik tentang bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, serta mampu berperan aktif dalam upaya pencegahannya. Program ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, dan seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.
     Diakui Alvin, inovasi ini masih perlu terus dikembangkan agar jangkauannya semakin luas dan pelaksanaannya semakin efektif. Selain itu, diperlukan evaluasi dan penyempurnaan program secara berkala agar materi, metode, dan strategi yang diterapkan selalu sesuai dengan kebutuhan serta karakteristik masyarakat Kabupaten Karangasem.
Alvin Kepala BNNK Karangasem kelahiran Ambon,  berharap dengan pengembangan yang berkelanjutan, inovasi BNN Masuk Desa diharapkan mampu menjadi gerakan bersama yang berkesinambungan dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap ancaman narkoba, sekaligus mendukung terwujudnya Kabupaten Karangasem yang sehat, aman, produktif, dan bersih dari penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.
     “B,Suk Desa digelar, Karangasem Bergerak Wujudkan Wilayah Bersih Narkoba. Hal tersebut, mengingat Karangasem di ujung timur pulau bali, Karangasem wilayah strategis,  dan jumlah warga penduduknya  sebanyak 536.477 jiwa penduduk yang tersebar di 8 Kecamatan, 75 Desa dan 3 Kelurahan. Terdapat 1 pintu masuk pendatang maupun muatan barang melalui pelabuhan, banyak kendaraan keluar masuk membawa barang melalui daerah pelabuhan Padang Bai. Karangasem juga menjadi favorit destinasi pariwisata dengan banyak pergerakan wisata domestik bahkan warga negara asing”, ujarnya 
     Terkait potensi kekayaan alam Karangasem yang melimpah, kata Alvin, Karangasem juga terkenal dengan aktivitas tambang pasirnya, banyak aktivitas tambang dan truck lokal maupun luar Bali yang bermuatan pasir lalu lalang di Daerah Karangasem. Dari latar belakang tersebut menjadikan Kabupaten Karangasem menjadi Daerah Rawan Peredaran Gelap dan Penyalahgunaan Narkotika. 
     Alvin mengakui, permasalahan kedepan penyalahgunaan narkotika merupakan tantangan yang tidak dapat diselesaikan hanya oleh Badan Narkotika Nasional. Luasnya wilayah Kabupaten Karangasem,  keterbatasan sumber daya, serta belum meratanya akses masyarakat terhadap layanan P4GN  menjadi alasan perlunya pendekatan baru yang lebih dekat dengan masyarakat. Selama ini sebagian besar layanan masih berpusat di Kantor BNNK Karangasem, sehingga masyarakat yang berada di desa-desa harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk memperoleh layanan informasi, konseling, rehabilitasi, maupun layanan deteksi dini.  Kondisi tersebut mendorong sebuah inovasi yang lebih adaptif, kolaboratif, dan mudah dijangkau masyarakat”,  
     Melihat kondisi yang terjadi saat ini,  dijelaskan  Alvin, tentunya kondisi yang di harapakan adalah terwujudnya layanan P4GN yang lebih dekat, mudah diakses, dan terintegrasi hingga ke tingkat kecamatan dan desa melalui kolaborasi lintas sektor. Masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Karangasem diharapkan dapat memperoleh layanan edukasi, konseling, rehabilitasi, deteksi dini, serta layanan administrasi secara cepat, aman, dan tanpa hambatan jarak. Dengan pendekatan pelayanan yang proaktif, berbasis budaya lokal, dan didukung sinergi pemerintah daerah serta masyarakat, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkotika meningkat, akses rehabilitasi semakin mudah, serta terbentuk sistem pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkotika yang berkelanjutan hingga ke tingkat desa.
     Sementara itu, Bupati Karangasem,  I Gusti Putu Parwata,SE dalam rilis terkait dengan program B,suk Desa, menyatakan dukungan penuh terhadap implementasi aksi perubahan pelatihan kepemimpinan administrator BNN Angkatan IV Tahun 2026 dengan judul: “Penguatan sinergi pencegahan dan penanganan penyalagunaan narkotika melalui inovasi B,suk Desa di Kabupaten Karangasem”. 
     Aksi perubahan ini menurut Bupati Karangasem, sejalan dengan visi pemerintah kabupaten karangasem dalam mewujudkan masyarakat yang AGUNG (Aman; Gigih; Unggul; Nyaman; dan Gemah Ripah Loh Jinawi).
Lanjut Parwata, kami percaya inovasi B,Suk Desa merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi lintas sektor, memberdayakan desa, serta mewujudkan Karangasem bersih narkotika. 
    Pemerintah Kabupaten Karangasem berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh, baik dari sisi kebijakan, sumber daya, maupun kolaborasi lintas perangkat daerah, demi keberhasilan implementasi aksi perubahan ini secara berkelanjutan. 
   Bupati berharap, semoga inovasi ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Karangasem dan menjadi model sinergi yang dapat direplikasi di daerah lain.

Baca Artikel Menarik Lainnya : Ciptakan Kamtibmas Kondusif Jelang G20, Polsek Densel Laksanakan Razia Depan Mako