2026-11-04 05:57:42

IDA RSI PUTRA MANUABA PERKUAT PERSAHABATAN BALI–ODISHA MELALUI KALINGGA BALI YATRA

Lingkungan Oleh: Putra



Menghidupkan Kembali Jejak Peradaban Leluhur melalui Kebudayaan, Perdagangan, Seni, Pendidikan, dan Spiritualitas

ODISHA, INDIA Upaya membangun kembali hubungan historis dan persahabatan antara Bali, Nusantara, dan Kalingga (Kalinga), Odisha, India, terus dikembangkan melalui gerakan Kalingga Bali Yatra yang digagas oleh Ida Rsi Putra Manuaba, pengasuh Ashram Gandhi Puri sekaligus penggagas Kalingga Bali Sanggam.

Gerakan ini berangkat dari kesadaran bahwa hubungan antara Nusantara dan Kalingga telah memiliki akar sejarah panjang melalui jalur pelayaran dan perdagangan maritim. Hubungan tersebut tidak hanya meninggalkan jejak pertukaran ekonomi, tetapi juga warisan kebudayaan, kesenian, spiritualitas, dan nilai-nilai kehidupan yang hingga kini masih relevan untuk dikembangkan.

Menurut Ida Rsi Putra Manuaba, sejarah besar leluhur tidak cukup hanya dikenang sebagai cerita masa lalu. Warisan tersebut perlu dihidupkan kembali menjadi gerakan persahabatan antarmasyarakat yang nyata, berkelanjutan, dan melibatkan generasi muda kedua negara.

Merintis Hubungan Kebudayaan Sejak 2015

Sejak tahun 2015, Ida Rsi Putra Manuaba mulai secara aktif melakukan perjalanan ke Odisha untuk membangun kembali hubungan historis Kalingga Bali Yatra.

Melalui komunikasi dan persahabatan dengan Gubernur Odisha saat itu, Prof. Ganeshi Lal, serta Ketua Menteri Odisha saat itu, Naveen Patnaik, upaya membangun jembatan kebudayaan Indonesia–India mulai diwujudkan.

Dengan dukungan Gubernur Bali saat itu, I Made Mangku Pastika, pada tahun 2015 dimulai pembangunan representasi kebudayaan Bali di Odisha melalui Padmasana Bali Devbhoomi.

Berbagai warisan seni dan budaya Bali kemudian dihadirkan, meliputi seperangkat Gamelan Gong Kebyar, lukisan tradisional bergaya Kamasan dan lukisan Bali, patung seni budaya Bali, kain tenun Songket Bali, serta kain tradisional Geringsing dari Desa Tenganan.

Warisan tersebut menjadi bagian dari Galeri Indonesia di Museum Maritim Negara Bagian Odisha, Cuttack.

Pada tahun 2024, Galeri Indonesia beserta representasi kebudayaan Bali tersebut diresmikan oleh Ketua Menteri Odisha saat itu, Naveen Patnaik. Peresmian ini menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan diplomasi kebudayaan dan persahabatan Indonesia–Odisha.

Kunjungan Kembali untuk Mengembangkan Galeri Indonesia

Pada akhir Oktober 2026, Ida Rsi Putra Manuaba kembali mengunjungi Odisha untuk melihat perkembangan Galeri Indonesia di Museum Maritim Negara Bagian Odisha, Cuttack.

Ida Rsi Putra Manuaba merupakan pengasuh Ashram Gandhi Puri, penerima Penghargaan Jamnalal Bajaj tahun 2011 dan Penghargaan Padma Shri tahun 2020 dari Pemerintah India.

Dalam kunjungan tersebut, beliau bertemu dengan kurator museum yang menyampaikan harapan untuk memperkaya koleksi Galeri Indonesia melalui penambahan seperangkat Wayang dan Gender dari Bali.

Rencana tersebut diharapkan semakin memperkuat representasi kebudayaan Bali di Odisha. Kehadiran wayang dan gender tidak hanya memperkaya koleksi benda budaya, tetapi juga memperkenalkan filosofi, seni pertunjukan, dan nilai-nilai kehidupan masyarakat Bali kepada masyarakat India.

Dengan demikian, museum diharapkan tidak hanya menjadi tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga ruang dialog peradaban, pembelajaran, dan pertukaran kebudayaan lintas generasi.

Kalingga Bali Sanggam: Mengembangkan Persahabatan dari Masyarakat

Dalam rangkaian kunjungan yang sama, Ida Rsi Putra Manuaba juga bertemu dengan IAS Shinde Dattatraya Bhausaheb.

Dalam pertemuan tersebut, dukungan terhadap pengembangan persahabatan masyarakat Kalingga dan Bali melalui gerakan Kalingga Bali Sanggam menjadi bagian penting dari pembicaraan.

Kalingga Bali Sanggam diarahkan menjadi gerakan persahabatan yang melibatkan masyarakat secara langsung, tidak terbatas pada hubungan kelembagaan atau kegiatan seremonial.

Gerakan ini diharapkan mempertemukan seniman, budayawan, akademisi, generasi muda, pelaku perdagangan, komunitas spiritual, serta berbagai kelompok masyarakat Indonesia dan India.

Melalui pendekatan tersebut, Kalingga Bali Yatra diharapkan berkembang menjadi gerakan persahabatan dari akar rumput yang membuka peluang kerja sama dalam bidang kebudayaan, ekonomi, pendidikan, dan spiritualitas.

### Titibanda Mahanadi Yatra: Kemah Pertukaran Generasi Muda Indonesia–India

Sebagai bagian dari pengembangan gerakan tersebut, Ashram Gandhi Puri, Sevagram, menjadi tempat penyelenggaraan Titibanda Mahanadi Yatra, sebuah kegiatan kemah dan pertukaran generasi muda Indonesia–India yang direncanakan berlangsung mulai Oktober 2026 hingga 30 Januari 2027.

Kegiatan ini dirancang sebagai ruang perjumpaan generasi muda kedua negara untuk saling mengenal, belajar, bertukar pengalaman, dan membangun persaudaraan melalui kebudayaan, kesenian, pendidikan, spiritualitas, serta kehidupan masyarakat.

Titibanda Mahanadi Yatra menjadi refleksi perjalanan untuk menyambungkan kembali jejak sejarah dan persahabatan antara Bali dan Odisha.

Melalui kegiatan ini, generasi muda diharapkan tidak hanya mengenal sejarah leluhur, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam melanjutkan hubungan persahabatan Indonesia–India pada masa mendatang.

Padmasana Bali Devbhoomi sebagai Simbol Persahabatan Spiritual Bali–Odisha

Keberadaan Padmasana Bali Devbhoomi di Odisha memiliki makna penting sebagai representasi spiritualitas dan hubungan kebudayaan Bali–Odisha.

Padmasana Bali Devbhoomi bukan sekadar simbol kehadiran kebudayaan Bali di India, melainkan juga wujud penghormatan terhadap warisan leluhur dan nilai-nilai spiritual yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Melalui keberadaannya, diharapkan hubungan Bali dan Odisha semakin kuat, tidak hanya melalui sejarah dan kesenian, tetapi juga melalui dialog spiritual, persaudaraan, dan nilai-nilai kemanusiaan.

Membangun Masa Depan dari Warisan Leluhur

Ida Rsi Putra Manuaba menegaskan bahwa tujuan utama Kalingga Bali Yatra adalah menghidupkan kembali hubungan leluhur menjadi gerakan persahabatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara.

Kegiatan ini diharapkan terus berkembang melalui kerja sama seni dan budaya, perdagangan, pendidikan, pertukaran generasi muda, serta penguatan hubungan spiritual.

Satu pesan utama Ida Rsi Putra Manuaba untuk pengembangan Galeri Indonesia di Odisha adalah:

Jangan biarkan Kalingga Bali Yatra hanya menjadi kenangan sejarah. Jadikanlah ia gerakan persahabatan yang hidup, yang menghubungkan kembali masyarakat Indonesia dan India melalui seni, kebudayaan, perdagangan, pendidikan, dan spiritualitas.

Melalui Kalingga Bali Yatra dan Kalingga Bali Sanggam, warisan sejarah leluhur diharapkan menjadi landasan untuk membangun masa depan persahabatan Indonesia–India yang semakin kuat.

Sejarah adalah warisan. Kebudayaan adalah jembatan. Persahabatan adalah masa depan.

Baca Artikel Menarik Lainnya : Peringati Hari Puputan Margarana, Danramil Dawan Dan Veteran Gelar Upacara Dan Tabur Bunga