Palu, Sulawesi Tengah, 4–8 November 2025 — Pengasuh Ashram Gandhi Puri, Ida Rsi Putra Manuaba, melaksanakan kunjungan ke Sulawesi Tengah pada 4–8 November 2025. Dalam rangkaian kunjungan ini, beliau menghadiri Seminar Internasional di STAH Dharma Sentana Palu atas undangan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAH Dharma Sentana, memberikan ceramah Dharma di Pura Agung Jagatnatha Wanakerta Palu, serta mengunjungi komunitas umat Hindu di Tolai.
Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat jembatan pendidikan dan kebudayaan, memperluas dialog spiritual, serta membangun hubungan yang lebih erat antara dunia akademik, tokoh spiritual, generasi muda, dan masyarakat Hindu di Sulawesi Tengah.
Memperkuat Jembatan Pendidikan dan Kebudayaan
Undangan dari BEM STAH Dharma Sentana Palu kepada Ida Rsi Putra Manuaba dalam Seminar Internasional merupakan ruang perjumpaan antara pemikiran akademik, nilai-nilai spiritual, dan kearifan budaya Nusantara.
Keterlibatan tokoh spiritual dalam lingkungan perguruan tinggi keagamaan menjadi kesempatan untuk memperkaya perspektif generasi muda. Pendidikan tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga perlu membangun karakter, kesadaran budaya, kedalaman spiritual, dan tanggung jawab sosial.
Melalui perjumpaan ini, diharapkan tumbuh jembatan yang semakin kokoh antara pendidikan dan kebudayaan. Keduanya merupakan unsur penting dalam membentuk generasi muda yang terbuka terhadap perkembangan zaman, sekaligus berakar kuat pada nilai-nilai luhur dan kearifan lokal.
Di Hadapan 1.500 Anak Muda, Mengajak Hidup Harmoni dengan Diri Sendiri
Salah satu agenda penting kunjungan ini adalah ceramah Dharma Ida Rsi Putra Manuaba di Pura Agung Jagatnatha Wanakerta, Palu. Di hadapan sekitar 1.500 anak muda, Ida Rsi Putra mengajak generasi muda untuk membangun harmoni, dimulai dari diri sendiri.
Pesan ini menempatkan keharmonisan batin sebagai fondasi bagi kehidupan yang lebih baik. Sebelum seseorang mampu membangun hubungan yang damai dengan orang lain dan lingkungan, ia perlu belajar mengenali, menerima, dan memahami dirinya sendiri.
Hidup harmoni dengan diri sendiri berarti belajar mengelola pikiran, menata emosi, memahami keinginan, serta tidak mudah dikuasai oleh kemarahan, kecemasan, maupun dorongan untuk membandingkan diri dengan orang lain. Di tengah kehidupan modern yang bergerak cepat dan perkembangan teknologi yang begitu pesat, kemampuan menjaga keseimbangan batin menjadi bekal penting bagi generasi muda.
Pesan Dharma tersebut mengajak anak muda untuk tidak hanya mengejar keberhasilan lahiriah, tetapi juga membangun kualitas diri, kejernihan pikiran, dan kedewasaan dalam bersikap. Harmoni bukan sekadar keadaan tanpa konflik, melainkan kemampuan untuk merawat keseimbangan di tengah berbagai dinamika kehidupan.
Dari kesadaran terhadap diri sendiri, tumbuh kemampuan untuk menghargai orang lain, menerima perbedaan, dan membangun kehidupan bersama yang lebih damai. Dengan demikian, spiritualitas tidak berhenti sebagai pengetahuan atau ritual keagamaan, tetapi hadir sebagai praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Kehadiran sekitar 1.500 anak muda dalam ceramah Dharma ini menjadi ruang perjumpaan yang bermakna untuk menanamkan kesadaran bahwa masa depan yang harmonis dimulai dari manusia yang mampu berdamai dengan dirinya sendiri.
Menyapa Umat dan Mengunjungi Pura Sakral di Tolai
Rangkaian kunjungan Ida Rsi Putra Manuaba juga mencakup perjalanan ke Tolai untuk menyapa umat Hindu dan mengunjungi sejumlah tempat suci yang memiliki nilai spiritual serta kearifan lokal.
Salah satu tempat yang dikunjungi adalah Pura Batu Kapal, sebuah tempat sakral yang dikenal dengan keberadaan campuhan dan batu besar berbentuk kapal. Keunikan bentang alam tersebut menjadi bagian dari kekayaan spiritual dan budaya masyarakat setempat.
Kunjungan ke tempat-tempat suci seperti Pura Batu Kapal memberikan kesempatan untuk melihat lebih dekat hubungan antara kehidupan beragama, alam, tradisi, dan ingatan kolektif masyarakat. Tempat suci bukan hanya ruang untuk melaksanakan persembahyangan, tetapi juga menjadi bagian dari warisan budaya yang menyimpan nilai-nilai penghormatan terhadap alam dan kehidupan.
Bagi umat Hindu di Tolai, keberadaan pura dan tempat-tempat sakral merupakan bagian penting dari perjalanan spiritual serta identitas komunitas. Kunjungan ini menjadi momentum untuk mempererat tali persaudaraan, mengenali kekayaan tradisi lokal, dan memperkuat kesadaran akan pentingnya menjaga warisan spiritual bagi generasi mendatang.
Perjumpaan dengan umat di wilayah ini juga menegaskan bahwa pembinaan kehidupan beragama perlu berjalan seiring dengan penghargaan terhadap budaya setempat. Dharma hidup bukan hanya dalam ajaran, tetapi juga dalam hubungan manusia dengan sesama, alam, dan ruang-ruang suci yang diwariskan oleh para pendahulu.
Merawat Dharma, Pendidikan, dan Kebudayaan
Kunjungan Ida Rsi Putra Manuaba ke Sulawesi Tengah pada 4–8 November 2025 mempertemukan tiga ruang penting dalam kehidupan masyarakat: pendidikan, pembinaan spiritual generasi muda, dan pelestarian warisan budaya.
Undangan BEM STAH Dharma Sentana Palu membuka ruang dialog antara pendidikan dan kebudayaan. Ceramah di Pura Agung Jagatnatha Wanakerta mengingatkan generasi muda akan pentingnya harmoni dengan diri sendiri. Sementara itu, kunjungan ke Tolai, termasuk Pura Batu Kapal, memperlihatkan eratnya hubungan antara spiritualitas, alam, dan kebudayaan masyarakat Hindu.
Ketiga pengalaman tersebut saling melengkapi dalam membangun kehidupan yang lebih seimbang. Pendidikan membentuk wawasan, spiritualitas menumbuhkan kedalaman batin, dan kebudayaan menjaga kesinambungan nilai-nilai luhur dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Melalui rangkaian kunjungan ini, semangat Dharma diharapkan terus bertumbuh sebagai landasan untuk membangun generasi muda yang berkarakter, masyarakat yang harmonis, serta hubungan antarkomunitas yang dilandasi penghormatan dan persaudaraan.
Harmoni dimulai dari diri sendiri, tumbuh melalui pendidikan, dan mengakar dalam kebudayaan.
Baca Artikel Menarik Lainnya : Bangli Tingkatkan Keterbukaan Informasi Publik: KI Bali Apresiasi Langkah Proaktif Pemerintah Daerah