2026-10-19 18:05:49

Jaga Kesucian Besakih dari Ancaman Narkotika, BNNK Karangasem Gandeng Badan Pengelola Kawasan Suci Sebanyak 16 Pegawai Jalani Tes Urine, Seluruhnya Negatif

Lingkungan Oleh: Putra



AMLAPURA — Upaya menjaga kawasan suci Pura Agung Besakih tidak hanya berkaitan dengan kelestarian tradisi dan kesakralan tempat ibadah, tetapi juga menyangkut keamanan, ketertiban, serta kualitas sumber daya manusia yang bertugas di dalamnya. Untuk memperkuat upaya tersebut, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Karangasem menjalin kerja sama dengan Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika.

Komitmen bersama itu ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Sekretariat Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih, Senin (19/10/2026). Kegiatan tersebut sekaligus dirangkaikan dengan deteksi dini penyalahgunaan narkotika melalui tes urine terhadap 16 orang, mulai dari kepala badan hingga petugas keamanan.

Hasil pemeriksaan menggunakan alat tes urine tujuh parameter menunjukkan seluruh sampel negatif narkotika.

Kepala BNNK Karangasem, Alvin Andrew Dias, S.H., menegaskan bahwa kerja sama ini memiliki arti strategis karena Pura Agung Besakih merupakan pusat kegiatan keagamaan umat Hindu sekaligus salah satu kawasan penting dalam kehidupan sosial, budaya, dan pariwisata Bali.

“Pura Agung Besakih memiliki kedudukan yang sangat penting bagi masyarakat Bali. Selain sebagai tempat suci umat Hindu, kawasan ini juga menjadi pusat kunjungan dari berbagai daerah. Oleh karena itu, menjaga kawasan Besakih agar tetap aman, tertib, nyaman, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika merupakan tanggung jawab yang memiliki nilai strategis,” ujar Alvin.

Menurutnya, upaya pencegahan narkotika perlu dibangun melalui kolaborasi lintas sektor, tidak hanya mengandalkan penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan edukasi, deteksi dini, serta keterlibatan aktif seluruh unsur masyarakat dan pengelola lingkungan kerja.

Melalui PKS tersebut, kedua pihak menyepakati sejumlah langkah konkret. Pertama, penyebarluasan informasi dan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika kepada pegawai, petugas, relawan, serta unsur terkait. Kedua, mendorong pembentukan relawan antinarkotika sebagai penggerak pencegahan di lingkungan kawasan suci.

Selanjutnya, kerja sama juga mencakup pelaksanaan deteksi dini melalui tes urine secara berkala dan terkoordinasi sesuai prosedur serta ketentuan perundang-undangan, disertai program preventif lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

Kepala Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih, I Gusti Lanang Muliarta, menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menegaskan bahwa pencegahan penyalahgunaan narkotika perlu dimulai dari lingkungan internal pengelola, termasuk memberikan perhatian terhadap keluarga para pegawai.

“Tujuan kami bekerja sama dengan BNN adalah untuk melakukan pencegahan, khususnya di kalangan staf pengelola, termasuk keluarganya. Kami berharap melalui PKS dan pelaksanaan tes urine ini, penyalahgunaan narkoba dapat dicegah sehingga tidak terjadi di lingkungan badan pengelola maupun keluarga pegawai,” ungkapnya.

Ia menambahkan, lingkungan kerja yang bebas dari penyalahgunaan narkotika diharapkan mampu mendukung peningkatan kinerja, profesionalisme, dan tanggung jawab seluruh pegawai. Komitmen tersebut juga diharapkan menjadi contoh bagi lingkungan kerja lainnya dalam mendukung program pemerintah di bidang kesehatan, produktivitas, dan pencegahan narkotika.

Terkait penanganan apabila ditemukan pegawai yang terindikasi menyalahgunakan narkotika, pihak pengelola menyatakan telah menyiapkan mekanisme penegakan disiplin, mulai dari pemberian peringatan hingga sanksi terberat berupa pemecatan sesuai tingkat pelanggaran dan ketentuan yang berlaku.

Kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen maupun pelaksanaan tes urine semata. Lebih dari itu, kolaborasi BNNK Karangasem dan Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih diharapkan berkembang menjadi gerakan pencegahan yang berkelanjutan, dengan melibatkan seluruh unsur pengelola dan lingkungan sekitarnya.

Dengan demikian, upaya menjaga kawasan suci Besakih dapat berjalan seiring dengan pembangunan lingkungan kerja yang sehat, aman, produktif, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.

Baca Artikel Menarik Lainnya : Amali:Target  utama kita sekarang adalah Olimpiade