2026-10-18 13:49:24

Ashram Gandhi Puri Sevagram Klungkung Jadi Jembatan Baru Dialog Indonesia–India, Bangkitkan Semangat Titi Banda di Kalangan Anak Muda

Lingkungan Oleh: Putra



KLUNGKUNG, BALI — Sabtu, 17 Oktober 2026

Ashram Gandhi Puri Sevagram, Klungkung, Bali, menjadi ruang dialog pendidikan dan pertukaran antarmasyarakat Indonesia–India melalui program Education and Exchange: People-to-People Dialogue Indonesia–India, Sabtu (17/10/2026). Pertemuan ini menjadi momentum untuk memperkuat kembali hubungan historis dan kebudayaan kedua negara, sekaligus membuka ruang kolaborasi baru bagi generasi muda.

Program ini menghadirkan Prof. Shankari Sundararaman dari Jawaharlal Nehru University (JNU), India, bersama Praveen Kumar Verma dari Praveen Yoga Academy, Reny Rahmawati dari Prajna Academy, dan Ida Rsi Putra Manuaba dari Ashram Gandhi Puri Sevagram.

Dialog ini menyoroti pentingnya diplomasi antarmasyarakat (people-to-people diplomacy) sebagai kekuatan yang mampu merawat persahabatan lintas negara, melampaui hubungan formal antarpemerintah. Pendidikan, yoga, nilai-nilai Gandhi, kebudayaan, dan pertukaran pengetahuan menjadi ruang bersama untuk membangun pemahaman serta solidaritas antargenerasi.

Tiga dekade Ashram Gandhi Puri dan semangat Titi Banda

Keberadaan Ashram Gandhi Puri Sevagram yang telah berdiri selama kurang lebih 30 tahun menjadi salah satu perhatian dalam dialog tersebut. Kiprah Ida Rsi Putra Manuaba dalam membangun ruang perjumpaan dan pertukaran nilai melalui ashram ini dipandang sebagai bagian penting dari upaya merawat hubungan Indonesia–India melalui keterlibatan langsung masyarakat.

Dalam konteks tersebut, gagasan Titi Banda Indonesia–India menjadi simbol jembatan persahabatan yang menghubungkan sejarah, spiritualitas, pendidikan, dan masa depan kedua bangsa. Semangat ini diharapkan dapat tumbuh kembali, khususnya di kalangan anak muda, melalui ruang belajar bersama, pertukaran budaya, dialog intelektual, dan kegiatan lintas komunitas.

Prof. Shankari Sundararaman melihat kontribusi Ida Rsi Putra Manuaba melalui Ashram Gandhi Puri sebagai sebuah potensi penting untuk menghidupkan kembali jembatan hubungan Indonesia–India dengan pendekatan yang berangkat dari masyarakat.

Dalam rumusan pesan yang hendak diangkat dari dialog ini, Prof. Shankari menekankan pentingnya semangat people-to-people untuk membangun jembatan baru bagi hubungan kedua negara agar semakin dikenal dan bertumbuh di kalangan generasi muda.

Catatan: Rumusan di atas merupakan parafrasa dari pesan yang disampaikan panitia. Untuk menjadikannya kutipan langsung yang akurat, diperlukan kalimat asli Prof. Shankari Sundararaman.

Menghidupkan kembali diplomasi masyarakat

Hubungan Indonesia dan India memiliki akar sejarah panjang dalam pertukaran agama, filsafat, seni, bahasa, dan kebudayaan. Namun, keberlanjutan hubungan tersebut membutuhkan keterlibatan generasi baru agar warisan persahabatan tidak hanya menjadi bagian dari sejarah, tetapi juga berkembang menjadi kerja sama nyata di masa depan.

Melalui dialog di Ashram Gandhi Puri Sevagram, pendidikan dan pertukaran budaya ditempatkan sebagai sarana untuk mempertemukan pemikiran akademis dengan praktik kehidupan masyarakat. Perjumpaan seperti ini dapat membuka peluang bagi program bersama antarlembaga pendidikan, pertukaran mahasiswa dan pemuda, kegiatan yoga, serta forum diskusi mengenai perdamaian dan kemanusiaan.

Bali, dengan kekayaan tradisi dan keterbukaannya terhadap perjumpaan lintas budaya, memiliki peluang untuk memainkan peran penting dalam proses tersebut. Ashram Gandhi Puri Sevagram di Klungkung dapat menjadi salah satu ruang yang mendukung dialog dan pembelajaran lintas negara melalui pendekatan yang dekat dengan masyarakat.

Anak muda sebagai penerus jembatan persahabatan

Salah satu tantangan utama diplomasi kebudayaan saat ini adalah memastikan bahwa generasi muda mengenal sejarah hubungan antarbangsa sekaligus memiliki kesempatan untuk terlibat secara langsung. Karena itu, semangat Titi Banda Indonesia–India perlu diterjemahkan menjadi kegiatan yang relevan bagi anak muda, bukan hanya melalui seremoni, tetapi juga melalui pendidikan, kreativitas, pertukaran gagasan, dan kolaborasi sosial.

Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah untuk memperluas jaringan kerja sama antara akademisi India, lembaga pendidikan, praktisi yoga, dan komunitas Indonesia. Dengan demikian, hubungan kedua negara dapat tumbuh melalui pengalaman bersama dan keterlibatan masyarakat secara berkelanjutan.

Dari Ashram Gandhi Puri Sevagram, Klungkung, pesan yang ingin ditegaskan adalah bahwa persahabatan antarbangsa tidak hanya diwariskan oleh sejarah, tetapi harus terus dibangun oleh manusia yang menjalaninya.

Titi Banda Indonesia–India bukan sekadar jembatan yang menghubungkan dua bangsa, melainkan semangat untuk mempertemukan generasi, merawat persahabatan, dan menumbuhkan masa depan bersama.

Baca Artikel Menarik Lainnya : Rusak Wajah Kota, Satpol PP Denpasar Turunkan Puluhan  Spanduk dan Banner