Bangli, BDN- Karya Besar di Pura Penataran Ageng Taman Bebalang, yang puncaknya pada 11/9, dimeriahkan dengan berbagai seni dan tari persembahan, dari tari sakral, tari wali hingga seni hiburan.
Seperti pada prosesi Nyenuk, Senin ( 14/9) suasana pura semakin meriah dan pelaksanaan upacara sangat khidmat. Pada upacara Nyenuk dipadati 600- an umat. Upacara diiringi beraneka tari seperti tari wali dan tari sakral seperti tari Rejang Renteng, tari Rejang Dewa dan Rejang Pendet. Juga dipersembahkan tari Baris Balangan, tari Topeng dan Sayang Kulit. Tidak kecuali alunan Gong Gede dan Selonding memberi potret pibrasi nuansa spiritual di pura setempat.
Bukan sekadar meriah, namun upacara berjalan sesuai sastra agama. Yajamana karya, Ida Ratu Shri Begawan Putra Natha Bangli Anom Pemayun senantiasa memberikan tuntunan agar upacara berjalan mengacu kepada sastra agama.
Juga dilaksanakan upacara Mendak Sekarsanganan di Pura Bale Agung Puseh, Bebalang dengan diiringi sepasang anak kecil( laki-laki dan perempuan) sebagai simbol Sang Hyang Semara Ratih. Diiringi Tarian Sumping Keladi sebanyak lima paket diantaranya warna hitam, putih, merah, kuning, dan manca warna( lima warna).
Pada malam harinya juga ada pertunjukkan tari napak pertiwi, arca Barong Macan( Ida Bethara- Siwa Geni Pura Dalem Buda Manis Bebalang, Bangli.
Untuk diketahui pada saat puncak karya dipuput dekapan sulinggih. Sementara saat Nyenuk dipuput tiga sulinggih. ( sum)
Baca Artikel Menarik Lainnya : Serangkaian Hut RI Ke-77, Pemkot Denpasar Laksanakan Bhakti Sosial Kepada Kelompok Rentan Di Kota Denpasar.