Bangli, BDN- Karya besar di Pura Penataran Ageng Taman Bebalang, Bangli yakni Karya Ngenteg Linggih, Nubung Perdagingan, Tawur Balik Sumpah, Makebat Daun, Ngebekin Mangun Ayu, Mepedudusan Agung dan Menawa Ratna yang puncaknya pada Sukra Umanis Menail, Tilem Ketiga, ( Jumat, 11/9-2026) kini telah dilaksanakan penuh persiapan. Dan telah berjalan berbagai rangkaian ritual, seperti Mendak Bagia Pula Kerti, di Kedhatuan Agung Alang Sanja Bebalang, pada Tumpek uye, Sabtu( 5/9-2026 dipuput Ida Pedanda Geria Soka, Bangli. Bagia Pula Kerti disimbolkan dengan sarana upacara( banten) besar khas Bali yang melambangkan miniantur alam semesta( Buana Agung) dan terkandung makna kebahagiaan bahwasannya umat telah menanam benih ( perbuatan suci dan kebajikan) . Banten dirangkai dari hasil yang menyerupai bentuk gunung yang mencangkup simbol- simbol bumi beserta isinya. Upacara ini masuk pada tingkatan upacara utamaning utama( karya maha agung/ besar).
Tampak kini pasemetonan pura tersebut antusias dan kompak serta penuh keheningan saat ngayah, seperti terlihat saat ngayah hari ini, Minggu ( 6/9-2026) mereka sibuk dalam persiapan karya tersebut. Minggu ( 6/9-2026 dilaksanakan upacara Mapada Alit, esoknya Senin (7/9- dilangsung prosesi Malik Sumpah dan Pencaruan Tawur. Dilanjutkan esoknya, Selasa(8/9-2026, Nunas Kekuluh di pura- pura Sad Kahyangan di Bali. Upacara melasti rencana dilaksanakan Rabu ( 9/9-2026, di Pura Jati Batur, Kintamani, Bangli. Berbagai persiapan dilakukan dengan penuh semangat semeton.
Selaku Yajamana Karya, Ida Ratu Shri Begawan Putra Natha Bangli Anom Pemayun( pemilik krematorium, Bebalang, Bangli). Beliau senantiasa memberi penegasan akan makna ritual pada setiap upacara, karena tak ingin upacara dilaksanakan tanpa dasar sastra agama.
Sementara prajuru pasemetonan, Sang Mangku Dama Arta memotivasi semeton agar tetap semangat untuk ngayah agar upacara yang dilaksanakan 30 tahun sekali benar- benar sukses. " Karya besar ini bisa berjalan tidak lepas dari dukungan Ida Ratu Shri Begawan Putra Natha Bangli Anom Pemayun" , tegasnya. ( sum)
Baca Artikel Menarik Lainnya : Ajak Masyarakat “Kelola Mis Jadi Mas”
Pemkot Denpasar Sosialisasikan Aturan Pengolahan Sampah Berbasis Sumber