Bangli - Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar memiliki tambahan guru besar. Rektor, Prof. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si kembali mengukuhkan empat guru besar, Selasa (1/9/2026) di Auditorium Giri Prasta, kampus Bangli.
Adapun Guru Besar yang dikukuhkan, yakni Prof. Drs. I Ketut Donder, M.Ag., Ph.D (Ranting Ilmu/Kepakaran Teologi Weda), Prof. Dr. Drs. I Made Girinata, M.Ag. (Ranting Ilmu/Kepakaran Acara Agama Hindu), Prof. Dr. Drs. I Nyoman Temon Astawa, M.Pd. (Ranting Ilmu/Kepakaran Strategi Pembelajaran Hindu), dan Prof. Dr. Ni Kadek Surpi, S.Pt., M.Fil.H. (Ranting Ilmu/Kepakaran Filsafat Ketuhanan Hindu).
Sidang terbuka Pengukuhan Guru Besar, dibuka oleh Ketua Senat, Prof. Dr. Dra. Ni Ketut Srie Kusuma Wardhani, M.Pd. Rektor, Prof. I Gusti Ngurah Sudiana, dalam laporannya mengungkapkan rasa syukur dan bangga atas raihan gelar guru besar bagi empat dosen UHN Sugriwa dari Kementerian Agama di bawah kepemimpinan Menag, Prof. Dr. Drs. KH Nasaruddin Umar, M.A. Guru besar merupakan capaian akademik tertinggi dosen yang berdampak bagi kemajuan kualitas Tridharma perguruan tinggi. Pihaknya pun mengucapkan selamat kepada para guru besar yang baru serta terima kasih kepada Menteri Agama dan Dirjen Bimas Hindu.
Di tengah perubahan yang sangat cepat, ujar rektor, termasuk perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan, perubahan lingkungan, dinamika ekonomi, serta berbagai persoalan sosial, perguruan tinggi dituntut untuk terus menghasilkan ilmu pengetahuan yang relevan dan solutif.
Untuk itu, lanjutnya, keberadaan Guru Besar memiliki posisi yang sangat strategis. Guru Besar diharapkan menjadi penggerak utama pengembangan keilmuan, memperkuat riset unggulan, membangun kolaborasi nasional dan internasional, serta menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Kami berharap para Guru Besar yang dikukuhkan pada hari ini dapat terus berkarya dan memberikan kontribusi terbaik bagi universitas, masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan," ungkap mantan Ketua PHDI Bali tiga periode ini.
Pihaknya juga akan terus mendorong peningkatan kualitas penelitian, publikasi pada jurnal bereputasi, pengembangan inovasi, hilirisasi hasil riset, penguatan kerja sama, serta pengabdian kepada masyarakat yang berdampak. Dengan demikian, bertambahnya jumlah Guru Besar bukan hanya menjadi indikator peningkatan kapasitas sumber daya manusia universitas, tetapi juga harus tercermin dalam peningkatan kualitas dan dampak tridarma perguruan tinggi.
"Kami berharap para Guru Besar senantiasa menjadi teladan dalam menjunjung tinggi integritas akademik, etika keilmuan, kebebasan akademik yang bertanggung jawab, serta semangat untuk terus belajar dan berbagi pengetahuan," imbuhnya.
Dirjen Bimas Hindu, Prof. Dr. Drs. I Nengah Duija, M.Si dalam sambutannya secara daring mengucapkan selamat kepada para guru besar yang baru dikukuhkan. "Lahirnya guru besar tidak semata-mata sebagai capaian kuantitatif dari setiap dosen yang akan menuju karir akademiknya, tetapi pertambahan guru besar harus berbanding lurus dengan kualitas pembelajaran, kualitas akademik di perguruan tinggi yang kita cintai," ujarnya.
Cita-cita dari seorang dosen, lanjutnya, mencapai jabatan fungsional tertinggi, jabatan akademik tertinggi, serta jenjang pendidikan tertinggi. Tiga capaian inilah yang menandakan berhasilnya seseorang yang berkecimpung di dunia akademik di kampus.
Pihaknya juga mengapresiasi capaian UHN I Gusti Bagus Sugriwa ini, baik di tingkat rektorat, dekanat, maupun seluruh civitas academica yang telah bekerja bahu membahu. "Atas nama pimpinan saya mengapresiasi Rektor UHN yang telah bekerja keras mendorong teman-teman, mendorong civitas academica untuk terus mencapai derajat yang lebih tinggi dalam rangka capaian akademiki agar perguruan tinggi yang kita kelola benar-benar memiliki kemampuan dalam hal sumber daya manusia dan tata kelola," ucapnya.
Masing-masing guru besar menyampaikan orasi ilmiah, yakni Prof. Donder berjudul VIRÀT PURUSATATTVA : Teologi Kesadaran Jagad Raya dan Implementasinya Pada Swadharma Pandita Hindu Bali Serta Vibrasi Spiritualnya Terhadap Kosmos Bali. Kemudian, Prof. Girinata menyampaikan tentang KREMASI BINATANG BERBASIS RITUAL DI BALI: Penguatan Kesadaran Spiritual dan Etika Hindu Terhadap Satwa. Prof. Temon membahas tentang MEMBANGUN LITERASI BAHASA DAN NILAI MORAL: Evaluasi Penggunaan Bahasa Ibu dalam Pembelajaran Pendidikan Agama. Sementara, Prof. Surpi dalam Orasi Ilmiahnya menyampaikan tentang KETUHANAN
SEBAGAI KESADARAN: Rekonstruksi Ontologis Yoga dalam Krisis Spiritual Modern.
Di sela pengukuhan guru besar, dilaksanakan pula penandatanganan MoU antara Rektor UHN I Gusti Bagus Sugriwa dengan Bupati Bangli, sang Nyoman Sedana Arta, S.E., M.I.Kom. Dilaksanakan pula peluncuran buku berjudul Brahmajijnasa Teo-Filosofi Edukasi Menuju Realisasi Diri yang ditulis oleh keempat guru besar yang baru dikukuhkan.
Baca Artikel Menarik Lainnya : DUA WNA TERSERET ARUS PANTAI KELINGKING, 1 ORANG DITEMUKAN MENINGGAL