2026-07-07 18:58:32

PIALA DUNIA 2026 KLUB TANAH ARON AMLAPURA ERA 1980-AN JUARA KOMPETISI KARANGASEM TH 1989

Lingkungan Oleh: Putra



Penulis, I Komang Pasek Antara

     Lanjutan tulisan (bagian-5) ikut meriahkan sepak bola dunia tahunan 2026 telah memasuki 8 besar, penulis yang mantan pemain sepak bola sejak masih kecil usia sekolah dasar hingga dewasa, juga turut menyambut dan memeriahkan Pala Dunia dengan cara menulis di media sosial bertajuk kilas balik sepak bola karangasem.”.
    Tulisan (bagain-5) ini giliran tampil klub laskar Tanah Aron Amlapura.   
     Nama klub Tanah Aron diambil dari nama lapangan upacara bendera yag ada di Jalan Ngurah Rai Amlapura, depan Kantor Pemerintah Kabupaten Karangasem. Lapangan itu dulu dikenal dengan nama Lapangan Atas, dan juga sekitarnya dikenal dengan nama Kota Baru. 
    Lapangan tersebut kerap dipakai pemain Tanah Aron latihan sepak bola karena para pemainnya tinggal di seputar lapangan tersebut.
     Tanah Aron pernah raih juara Kompetisi Persaka tahun 1989. Banyak pemainnya bertabur "bintang" masa itu. 
Putu Adi menjadi penjaga gawang pertama ketika Tanah Aron mulai terbentuk dilanjutkan kiper Agus (alm) kemudian kiper Gung De “Laluk”. 
     Kiprah Tanah Aron masa itu, penulis masih punya simpanan catatan berita liuputan jurnalistik hasil tulisan penulis yang waktu itu melakoni sebagai koresponden pada harian Nusa Tenggara (kini NusaBali), kliping koran terlampir. 
    Momen  pertandingan kompetisi Persaka Tanah Aron versus Perseba 80 Bebandem di Lapangan Candra BhuwanaAmlapura. Ketika itu Laskar Tanah Aron unggul skor tipis 1-0 lewat sontekan kaki ujung tombak “Lapuk” Artana yang gagal dinatisipasi kiper Perseba yang dikawal Suwitra.   
     Permainan kedua kesebelasan sangat berimbang saling serang. Agus di bawah mistar Tanah Aron selam pertandingan sangat cemerlang. Beberapa kali kemelut yang terjadi di depan gawangnya selalu digagalkan Agus. 
     Dalam kompetisi Persaka Tanah Aron juga pernah lumpuhkan Gajah Mada skor tipis 1-0. 
Tanah Aron akhirnya juara kompetisi Persaka Karangasem tahun 1989 setalah membantai  rivalnya kesebelasan Putra Patra Subagan dengan skor telak 8-0 tanpa balas. Delapan gol bersarang ke gawang Putra Parta hatrick tiga gol melalui kaki sang kapten Tanah Aron, Gusti Rai kembar, dua gol dilesatkan oleh Artana dan masing-masing satu gol oleh Sanjaya dan Widastra.    
      Sang kiper Putu Adi cukup mumpuni di bawah mistar, pernah direkrut hijrah bergabung ke klub Bank Dagang Bali Denpasar. 
     Yang menarik Tanah Aron diperkuat si kembar Gusti Raka-Gusti Rai. Si kembar memiliki ciri khas ketika bermain selalu mengenakan ikat kepala rambut gondrong dan menarik perhatian penonton. Keduanya mempekuat lini depan. Rai ditunjuk sebagai kapten ujung tombak yang dikenal tendangan saltonya.     
     Lini depan lainnya ada Artana “Lapuk”Sektor belakang diperkuat dua orang guru SD asal Buleleng tugas di Karangasem, Astawan dan Wardika  tinggal di mess SDN 4 Karangasem.   
     Pemain lainnya diantaranya Wayan Sudana, Ketut Kariasa, Ketut  Sandi, Zukkarnaen (alm), Wayan “Jegleg” Widastra, Ida Made Putra Yasa (saat walaka) kini Ida Pedanda Putra Bajing, Gus Windu dan lainnya.
     Dihubungi si kembar Gusti Raka melalui WatsApp. Cerita kenangnanya, “Kenangan dimasa itu tahun 1980-an sangat luarbiasa, suka duka sulit dilupakan, dari sepatu yang giginya dipacek dangan paku. Dibon oleh klub lain untuk ujicoba pertandingan ke luar kabupaten tidak pernah menanyakan apa yang saya akan dapat?, yang penting bermain untuk cari pengalaman. Di Karangasem sebenarnya banyak bibit unggul, tapi klubnya mati suri tidak seperti era 1980-an”. (Bersambung)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Koramil 1610-03/Dawan Hadiri Mini Loka Karya lintas sektor  bidang kesehatan