2026-07-07 18:54:31

Banjir Lalat di Kintamani  Ketua DPRD Bangli: Perlu Solusi Konprehensif

Lingkungan Oleh: Putra



Bangli,Bali Dwipa News.com-Ketua DPRD Kabupaten Bangli, I Ketut Suastika kini angkat bicara soal kehadiran lalat yang membanjiri wilayah Kintamani. Dia menekankan perlunya mencari solusi komprehensif terkait maraknya lalat di kawasan tersebut yang tidak hanya mengatasi permasalahan secara sementara tetapi juga menjamin kemajuan bersama bagi sektor pertanian dan pariwisata. Hal ini disampaikannya setelah menerima informasi bahwa Pemkab Bangli tengah memproses pengkajian terkait fenomena yang terjadi setiap tahun ini.
 
Penomena banyaknya lalat di Kintamani adalah hal yang tidak bisa dianggap sepele. "Selain berdampak pada kesehatan dan kebersihan masyarakat, hal ini juga dapat mempengaruhi citra destinasi wisata kita yang menjadi salah satu penopang utama Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujar Suastika pada Senin (29/6) usai rapat paripurna di Kantor DPRD Bangli.
 
Menurutnya Ketua DPRD setelah mendapatkan penjelasan dari Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar bahwa penggunaan pupuk kandang mentah menjadi faktor utama penyebab masalah tersebut, pihaknya menilai bahwa pendekatan yang dilakukan harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
 
“Kita paham bahwa sebagian besar petani masih mengandalkan pupuk kandang mentah karena dipercaya dapat menghasilkan hasil pertanian yang lebih melimpah. Namun, mitos ini perlu kita bantu ubah dengan pendekatan yang tepat dan memberikan alternatif yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” jelasnya.
 
Suastika menyampaikan bahwa DPRD siap mendukung upaya pemerintah daerah yang tengah melakukan beberapa diskusi kelompok terpumpun (Focus Group Discussion/FGD) untuk mencari opsi solusi. Salah satu langkah yang diusulkan adalah sosialisasi bersama dengan penyediaan sarana pendukung, seperti mesin pengolah pupuk kandang.
 
“Kami dari DPRD akan memastikan bahwa setiap langkah yang diambil, termasuk terkait alokasi anggaran untuk mesin pengolah dan program sosialisasi, dilakukan secara transparan dan tepat sasaran. Tidak boleh ada satu sektor pun yang dirugikan – baik pertanian maupun pariwisata harus dapat tumbuh bersama dan saling menguntungkan,” tegasnya.
 
Ketua DPRD yang juga pernah menjabat sebagai Perbekel Desa Peninjoan ini mengakui bahwa perubahan pola pikir masyarakat membutuhkan waktu dan kerja sama yang erat antara pemerintah, akademisi, tokoh masyarakat, hingga kelompok petani.
 
“Ini memang bukan pekerjaan yang mudah dan membutuhkan kesabaran serta konsistensi. Namun, kami berkomitmen untuk terus mengawal proses ini agar dalam waktu dekat dapat muncul inovasi yang mampu menjawab tantangan ini secara tuntas. Tujuan kita adalah memberikan kesejahteraan bagi masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan sektor utama daerah kita,” pungkasnya.( sum)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Walikota Jaya Negara Jadi Keynote Speaker Pada Seminar Nasional FIB Udayana  Paparkan Peran Sabha Upadesa Dalam Penyelesaian Permasalahan Atau Konflik