2026-06-11 09:46:22

Puja Wali di Merajan  Suci Kedhatuan Agung Alang Sanja Semarak, Hening dan Khusuk

Lingkungan Oleh: Putra



Bangli- Bali Dwipa News.com-Pujawali di Merajan Suci Kedhatuan Agung Alang Sanja, Bebalang Bangli,yang pucaknya jatuh pada   Buda Pon Wuku Sungsang( Rabu, 10 Juni)  besok hari ini di mulai dengan prosesi melasti. Prosesi melasti berlangsung dengan aura penuh keheningan, khusuk serta semarak. 

Tiga ratusan pengiring dari berbagai penjuru ( dari unsur Pinandita, Pemangku yaitu Anak Agung Mangku, Dewa Aji Mangku, Dewa Sang Mangku,Gusti Mangku,Jro Mangku dan warga  Malet Gusti, Banjar Tegal, Semeton Tamanbali, Banjar Song Landak, Pondokan Sanghyang Bebalang dan Pengempon Gebog Pura Penataran Ageng Taman Bebalang Bangli Banjar Bukti,Banjar Kikian, warga Banjar Guliang, Warga Banjar Tamanbali,Penyiwi (warga Betra Batu Madeg Bajar Tegal,Maha Gotra Tirta Arum, Perti Sentana Betara Dalem) penuh antusias mengikuti ritual melasti di Pura Tirta Bulakan beberapa meter arah utara , sebagai rangkaian pujawali. Prosesi ini lebih pada tujuan utama penyucian pralinggam Bethara,prosesi ritual  Pemelastian di puput dua  Sulinggih, Ida Ratu Begawan Puri Agung Denpasar Bangli dan Ida Begawan Geria Taman Sidan Gianyar. Pada saat prosesi penyucian Pralingam Ida Betara  dilaksankan  oleh Pangelingsir Puri Agung, Denpasar Bangli Anak Agung  Mangku Gede Wiraguna. Upacara melasti berlangsung hening khusuk dan semarak, meski pengiring berjalan kaki dengan radius cukup jauh tetapi mereka tampak antusias. 

Selaku Yajamana karya, Ida Ratu Sri Begawan Putra Natha Anom Pemayun Bangli. Beliau menegaskan kepada sisya bahwa pelaksanaan karya nyatur di Kedhatuan Agung dilaksanakan setiap lima tahun sekali. 

Kedhatuan Agung Alang Sanja saat pujawali dipenuhi pemedek umat dalam rankaian melakukan sembahyang bersama kehadapan Ida Betara Sakti yang beristana di  Merajan Suci Kedhatuan Agung Alang Sanja. Ida Ratu Sri Begawan Putra Natha Anom Pemayun Bangli memberikan wejangan kepada para pemedek bahwa upacara tersebut sekaligus sebagai momen mengingat kembali rasa cilik segiluk pasemetonan,bahwa hari ini dipertemukan dan di satukan dari segala trah dan soroh bisa bersatu dalam satu kesatuan sebagai umat bisa menyatukan pikiran dalam menjalankan Dharma sebagai umat Hindu.

Puncak pujawali dipuput oleh Ida Sri Begawan Putra Natha Nawa Wangsa Pemayun Kedhatuan Kawista Belatungan Tabaanan dan Ida Sri Begawan Dwija Giri Geriya Saba Ketewel Gianyar  dalam pelaksanaaan puca Puja Wali di  persembahan tari sakral  Rejang Sari, Rejang Dewa, tari Pendet Topeng Sidakarya dan Wayang Kulit .(sum)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Hari Bhayangkara ke-78, Polres Klungkung Menggelar Kegiatan Lomba Kearifan Lokal "Ngulat Kelangsah dan Merangkai Gebogan Bunga"