2026-06-01 14:32:28

Prof. Dr. Ir. I Komang Gede Wiryawan, Dosen IPB Bogor Asal Desa Pesedahan Karangasem Siap Berlaga Kejurnas Tenis Profesor Indonesia di Bali

Lingkungan Oleh: Putra



Penulis, I Komang Pasek Antara

      Seorang gelar guru besar profesor tidak saja selalu berkecimpung dan berkompetisi di dunia akademis dan kampus.
Tapi kali ini seorang profesor diberikan ruang berlaga berkompetisi di luar dunia akademis melalui turnamen olahraga yang dikemas dalam Kejurnas (Kejuaraan Nasional Asosiasi Tenis Profesor Indonesia (ATPI) 2026.
     Kejurnas Tenis ATPI kali ini akan digelar di Bali pada tanggal 11 hingga 14 Juni 2026 mendatang. Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja menjadi tuan rumah penyelenggara. 
     Salah seorang calon peserta Kejurnas Tenis ATPI, Prof. Dr. Ir. I Komang Gede Wiryawan, kalau masa kecil di Bali biasa dikenal dengan sapaan Mangde, kelahiran Desa Pesedahan, Kecamatan Manggis, Karangasem. 
     Dihubungi melalui WhatsApp, Senin (1/6/2026), alumnus SMAN Karangasem tahun 1978 (kini SMAN 1 Amlapura), katanya dirinya sudah mendaftar urutan kelima, siap berpartisipasi ikut tarung turnamen sekaligus bisa pulang kampung berhari raya Galungan-Kuningan.     
     Dalam kejurnas dia mewakili alamamternya tempatnya mengajar sebagai dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) turun di sektor  ganda berpasangan dengan Prof. Sinung Rahardjo mewakili Politeknik AUP.
     Lanjut alumnus Fakultas Peternakan IPB, dirinya hampir setiap gelaran turnamen tenis antar profesor dan antar alumni perguruan tinggi selalu ikut pertandingan. 
     Di dunia tenis bapak dari dua anak itu, cukup berprestasi, beberapa kali menjadi juara I di internal IPB baik tunggal maupun ganda. 
     Juara II tahun 2025 lalu bermain di ganda putra antaralumni IPB dalam rangka Dies Natalis IPB ke-62. Pada tahun yang sama masuk delapan besar sebanyak dua kali di Jakarta dan Yogyakarta dalam  kejurnas ATPI.    
     Dalam tim beregu, mewakili IPB beberapa kali juara antar Litbang Pertanian se Bogor, Jawa Barat.
     Tahun 2026 belum lama ini, alumnus SMEP (Sekolah Menengah Ekonmi Pertama) Amlapura tahun 1977, sukses raih juara II beregu dalam kejuaraan Taman Jajan Tenis Invitational, diantaranya ikut satu tim peserta dari negara tetangga Malaysia
     Kenang Mangde, raihan juara tenis bukan saja di gelanggang tanah air, tetapi saat dirinya menempuh pendidikan S-3 di Benua Kangguru, Australia tahun 1990-1993 lalu juara I disabetnya dalam nomor tunggal selama empat tahun berturut turut, setiap perayaan 17 Agustus dan Hari Pendidikan Nasional yang diikuti oleh mahasiswa Indonesia dan permanen residen dari Indonesia.
     Kaitannya Kejurnas Tenis ATPI, akunya Mangde, “sebanyak lima kali saya ikut turnamen belum beruntung, tidak pernah memetik juara, hanya tahun 2025 lalu pernah masuk sampai delapan besar. Juaranya waktu itu dosen-dosen olahraga dari fakultas olahraga, perguruan tinggi mantan IKIP (Institut Keguruan Ilmu Pendidikan,”. “Tapi kali ini saya berharap bisa masuk semi final,” ujarnya  
     Dijelaskan Mangde, sistem pertandingan Kejurnas Tenis ATPI di Udiksha kali ini menggunakan sistem gugur. Pertama main setengah kompetisi di pool (ada 16 pool). Masing-masing pool terdiri atas 3-4 pasangan. Kemudian juara dan runner up pool masuk babak 32 besar dengan sistem gugur. Biasanya juara dari satu pool akan melawan runner up dari pool yang lain. Sistem gugur berlangsung sampai final.
     Ketekunannya meneruskan hobi olahraga tenis sampai raih prestasi di kalangan kampus, diawali sejak  1989 lalu ketika dirinya menempuh studi kuliah S-3 di University of Adelaide, Australia.
     Bila ditarik kebelakang, olahraga tenis yang digeluti Mangde sampai sekarang, diawali jauh saat masih kecil di desa tempat tinggal kelahirannya. Tenis saat itu bukan tenis lapangan, tetapi tenis meja atau nama lain pingpong.   
     Tenis meja ia tekuni sampai sekolah di SMA dan menjadi tim inti sekolah dan Kabupaten Karangasem dalam setaip event pertandingan sampai ke tingkat Preovinsi Bali.     
     Termasuk keluarga Mangde penghobi prestasi tenis meja. Desa Pesedahan tempat kelahirannya era tahun 1970-1980-an dikenal gudangnya atlet tenis meja. Setaip event pertandingan di wilayah Kabupaten Karangasem atlet dari Desa Pesedahan  kerap raih juara.

Baca Artikel Menarik Lainnya : Bupati Suwirta Bantu Warga KK Miskin Korban Bencana Puting Beliung Dengan Dana Operasional