2026-05-09 15:21:29

DPRD Bangli Sebut Gedung Bekas Kantor Pemerintah  Nodai Wajah Kota 

Lingkungan Oleh: Putra



Bangli,Bali Dwipa News.com- Keberadaan gedung bekas kantor pemerintah yang dibiarkan begitu saja menjadi sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Kabupaten Bangli. Anggota DPRD Bangli, Ida Bagus Made Santosa menyoroti bahwa keberadaannya merusak wajah kota dan memberi kesan kumuh. 

Anggota DPRD Bangli dari Fraksi Golkar, IBM. Santosa, Jumat (8/5-2026) ketika dimintai tanggapan tentang terbengkalainya  bangunan exs kantor OPD tersebut memberikan sorotan tersebut. " Keberadaan gedung bekas kantor itu meeusak wajah kota dan memberi kesan kumuh, kami sudah berencana untuk membahas persoalan itu melalui rapat kerja, namun masih menunggu jadwal.  Kami sudah usulkan untuk segera dilakukan rapat kerja menyikapi soal ini tetapi pimpinan belum membuatkan jadwal rapat kerja", ujar politisi asal Desa Demulih, Kecamatan Susut ini. Meskipun dia belum memiliki data seberapa banyak jumlah total gedung yang tidak lagi digunakan karena sudah berpindah tempat, namun pihaknya tidak tinggal diam terhadap hal itu, sebelum menimbulkan dampak lebih buruk. 

Karena masyarakat banyak yang berandai-andai bahwa tempat tersebut bukan tidak mungkin untuk dijadikan tempat yang aneh- aneh ketika diberi ruang atau stimulus" Itu gedung bekas kantor ya kok seperti rumah hantu, kok tidak dibongkar saja kalau sudah tidak digunakan, itu merusak pemandangan dan bukan tidak mungkin dijadikan tempat aneh- aneh semisal saat ada keramaian pada malam hari", keluh warga saat duduk santai di sudut alun- alun Bangli, Senin (4/5-2026) lalu. 

Dari pantauan, gedung bekas kantor yang kondisinya rusak yaitu bekas kantor Disbudpar sebelah sebelah selatan alun- alun Bangli, kemudian bekas kantor Bappeda, barat laut alun- alun Bangli.Bahkan rumput alang- alang di depannnya acapkali menambah kesan kumuh, karena konon tidak menjadi kewenangan Dinas Lingkungan Hidup ( LH) untuk membersihkan rumput tersebut. Namun ketika disoroti media masa, toh akhirnya Kadis LH, Putu Ganda Wijaya mau menurunkan personil kebersihan. Gedung Gapensi juga terbengkalai seiring tidak eksisnya lagi lembaga yang menjadi mitra pemerintah tersebut. 

Pada sisi lain Santosa ketika menjawab pertanyaan soal banyaknya restoran di Kintamani yang rusak dan merusak pemandangan serta memberi kesan pesimisne suatu daerah seperti sorotan Gubernur Bali, Made Mangku Pastika saat itu menurut Santosa perlu dipelajari faktor penyebabnya.  Kalau soal bangunan milik swasta yang terlantar terutama di Penelokan Kintamani harus dipelajari akar masalahnya dan kalau bisa dicarikan solusi agar mereka bisa bangkit lagi dan melakukan kegiatan bisnis di tempat miliknya. "Kasihan mereka sudah investasi akhirnya harus mangkrak", ujarnya. 

Diduga banyaknya restoran bangkrut tiada lain akibat sepinya kunjungan tamu terhadap restoran yang bertengger kiri jalan( arah kota Bangli- Kintamani). Turis lebih tertarik kunjungi restoran yang menyajikan pemandangan Danau/ Gunung Batur. Karena itu pembangunan restoran sebelah kanan tumbuh bagai jamur di musim hujan. Dahulu dilarang pembangunan bagi sebelah kanan, sekarang dibolehkan dengan bersyarat. Sampai kapan bangunan rusak akan hilang dari wajah obyek wisata? ( sum)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Memohon Keseimbangan Alam, Bupati Suwirta Ngaturang “Guru Piduka”