2026-03-18 11:32:52

Pantau Arus Mudik via Udara, Antrean Kendaraan di Gilimanuk mencapai 20 KM

Lingkungan Oleh: Putra


GILIMANUK — Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar bekerja sama dengan SGi Air Bali melaksanakan pemantauan udara terhadap aktivitas arus mudik Lebaran 2026, khususnya di jalur penyeberangan Pelabuhan Gilimanuk, Bali.

Kegiatan pemantauan dilakukan menggunakan helikopter SGi Air Bali yang mengudara dari port Benoa pada Selasa (17/3) pukul 10.00 WITA. Tim tiba di wilayah Gilimanuk sekitar pukul 10.41 WITA untuk melakukan observasi langsung terhadap kondisi lalu lintas dan kepadatan kendaraan pemudik.

Dalam penerbangan tersebut turut hadir sejumlah pejabat penting, di antaranya Kapolda Bali (Irjen. Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si), Pangdam IX/Udayana (Mayor Jenderal TNI Piek Budyakto, S.H., M.H.), Inspektur Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Brigjen TNI I Nyoman Parwata, S.E., M.Si., M.Tr. (Han)), serta Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (I Nyoman Sidakarya, S.H., M.M.).

Berdasarkan hasil pemantauan udara, terpantau antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk mengalami kepadatan signifikan dengan panjang antrean mencapai kurang lebih 20 kilometer. Kondisi ini menunjukkan tingginya volume kendaraan pemudik yang akan menyeberang menuju Pulau Jawa.

Pemerintah daerah setempat diketahui telah mengantisipasi lonjakan tersebut dengan menyiapkan sejumlah kantong parkir untuk menampung kendaraan, guna mengurangi penumpukan di jalur utama menuju pelabuhan. Tercatat data hingga hari Senin, 16 Maret 2026, total kendaraan yang meninggalkan Pelabuhan Ketapang berjumlah 3.502 unit, sementara 22.930 unit yang keluar dari Pelabuhan Gilimanuk.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menyampaikan bahwa kegiatan pemantauan udara ini merupakan bagian dari upaya sinergi lintas instansi dalam memastikan kelancaran dan keselamatan arus mudik Lebaran. 

“Pemantauan udara ini sangat penting untuk memberikan gambaran menyeluruh terkait kondisi di lapangan, sehingga langkah-langkah antisipatif dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” ujarnya.

Sementara itu, pihak SGi Air Bali menegaskan komitmennya dalam mendukung kegiatan kemanusiaan dan penanganan kedaruratan, termasuk dalam momentum arus mudik Lebaran.
“SGi Air Bali pada prinsipnya selalu siap mendukung berbagai kegiatan di bidang kedaruratan. Kami berkomitmen untuk turut berperan aktif dalam menyukseskan pelaksanaan mudik Lebaran 2026 yang aman dan lancar,” terang Krisna Dewi selaku commercial manager.

Selain mendukung kegiatan pemantauan udara, SGi Air Bali juga memiliki pengalaman dalam mendukung operasi pencarian dan pertolongan (SAR), termasuk evakuasi medis (medevac) di berbagai wilayah operasional di Bali dan sekitarnya. Dengan dukungan armada helikopter yang mampu beroperasi di berbagai kondisi medan, SGi Air Bali siap memberikan dukungan cepat dalam situasi darurat, sejalan dengan upaya peningkatan keselamatan dan respons kebencanaan nasional.

Melalui pemantauan ini, diharapkan koordinasi antarinstansi dapat semakin optimal dalam mengurai kepadatan serta memastikan keselamatan para pemudik selama perjalanan. (ay/hs)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Mampu Taklukan Hati Wanita Cantik Ini dengan Rayuan Mautnya, Begini Kisah Pertemuan Ayah Gading Marten dan Sang Istri, Roy Marten: Dia Ketipu