Penulis I Komang Pasek Antara
Seperti predeksi sebelumnya oleh banyak penonton, tampilan Ogoh-ogoh Sekeha Teruna-Teruni (STT) Anom Darsana Banjar Adat Kodok Darsana, Desa Adat Karangasem, Jalan Gajahmada Amlapura akhirnya oleh dewan juri dinobatkan sebagai juara I Lomba Ogoh-ogoh digelar Kelurahan Karangasem, Kecamatan Karangasem Jumat (13/3/2026) sore di titik nol pusat Kota Amlapura, Taman Budaya Anak Agung Made Candra Bhuwana Jalan Lettu Sinta.
Proses pembuatan Ogoh-ogoh sangat singkat hanya 1 bulan 7 hari (37 hari), menelan biaya sekitar Rp17 juta, sumber dana dari kas banjar dan sponsor pihak lain.
Penampilan garapan fragmentari sangat apik perpaduan harmonis gerakan tarian penari pendukung, iringin baleganjur dan arakan Ogoh-ogoh. Penata tari Ngurah Made Arya Asmara Jaya, penata tabuh I Komang Parsana, penata rias melibatkan istri-istri krama banjar dan dalang Ngurah made Arya Asmara Jaya
Mereka mengalahkan lawan-lawan tandingnya yang tampilannya cukup baik, dan berhak terima hadiah uang sebesar Rp10 juta, piala dan piagam.
Hampir semua kreteria penilaian yang ditetapkan oleh panitia unggul dengan raihan total nilai 841,67. Sedangkan juara II dan III dimenangkan STT Yowana Dharma Yoga, Banjar Jangga Mekar, Jalan Gatot Subroto Amlapura nilai 830 dan STT Iswara Banjar Kerti Celuk Negara Jalan Gatot Subroto, Amlapura perolehan nilai 815.
Pemenang lomba juara II dan III juga memperoleh hadiah piala, piagam, dan uang masing-masing juara Rp7.5 juta dan Rp5 juta.
Beberapa kali STT Anom Darsana yang pernah ikut lomba yang sama di Karangasem dengan jumlah anggota 80 orang STT, memberikan bekal pengalam ikut lomba dan kemampuan raih sukses.
Kali ini nama Ogoh-ogoh yang ditampilkan diberinya nama "Pramada". Menurut penjelasan sang arsitek pembuat Ogoh-ogoh yang juga koordinator, I Komang Bayu Berata, dikenal dengan sapaan Dongek. Berakar dari kata “Pada”, mada , memada”, kerap dimaknai sebagai dorongan menuju kesetaraan. Namun dalam tafsir yang lebih dalam kata Dongek, “Pramada” bukan sekedar tentang setara, melainkan tentang ambisi untuk menyamai, bahkan melampaui batas yang semestinya tidak di lampaui. Ia adalah kondisi batin ketika ego tumbuh tanpa kendali , ketika hasrat mengaburkan kesadaran, dan manusia terjebak dalam ilusi kuasa.
Lanjut Dongek, dengan hadirnya ogoh ogoh "Pramada", kami berharap tumbuh kesadaran kolektif untuk kembali menata batin, bahwa manusia, meski dibekali akal dan kesadaran tertinggi, tetap harus mampu mengendalikan ego, menundukan ambisi, dan menjaga keseimbangan dengan sesama serta alam. Sebab, ketika “Pramada” dibiarkan tumbuh, yang tumbuuh bukan hanya nurani, melainkan kemanusiaan itu sendiri.
Ogoh-ogoh yang digelar dalam rangka menyambut perayaan hari suci Nyepi dan Tilem Tawur Kesanga Isaka 1948 tahun 2026, dikemas dalam tema Windhu Bhuta Boddhi Buddhaya, maknanya, menyeleraskan spirit bhutakala mellaui pola pikir berbudaya.
Lomba dibuka Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Lagosa. Hadir mendampingi Sekda Karangasem I Ketut Sedana Mertha disertai jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Karangasem, Lurah Karangasem Made Ardiana Putra selaku penyelenggara lomba, Manggala Puri Agung Karangasem, Anak Agung Bagus Partha Wijaya, Kelian Desa Adat Karangasem Anak Agung Made Kosalya, dan undangan lainnya.
Ribuan penonton warga Karangasem memadati Taman Budaya Anak Agung Made Candra Bhuwana menyaksikan tampilan 9 buah ogoh-ogoh persembahaan STT se-Kelurahan Karangasem tampil bergantain display di tengah-tengah taman. Peserta Ogoh-ogoh STT, yakni STT Paramartha Banjar Adat Swadharma, STT Dharma Darsana Banjar Adat Dharma Darsana, STT Yowana Manggala Banjar Rata Dauh Kreteg, STT Pare Anom Banjar Adat Pekandelan, STT Yowana Widya Dharma Desa Adat Susuan, STT Bhakti Hita Karana Banjar Pebukit.
Kelian Banjar Kodok Darsana, Jero Mangku I Wayan Sudana mengatakan, keberhasilan STT banjarnya tidak terelepas dari kerjasama dan tekad keras STT sampai begadang semalaman untuk bisa berhasil raih juara. Dan turutserta memeriahkan serta merayakan catur brata penyepian. Tak kalah penting lanjutnya, para orang tua STT dan krama banjar ikut mendukung dan mensuport anak anaknya unuk lebih balik lagi berkreasi demi nama baik sekeha dan banjar itu sendiri.
Sementara itu, Ketua STT Anom Darsana, I Komang Bobi Budiarta berharap, semoga tahun depan bisa tampiil lebih baik dan mempertahankan juara.
Beberapa peserta lomba Ogoh-ogoh kembali diarak keliling kota Amlapura setelah selesai upacara Tilem Tawur Kesanga di Taman Budaya Anak Agung Made Candra Bhuwana, Rabu (18/3/2026) petang.
Baca Artikel Menarik Lainnya : OPD Pemprov Bali Percepat Vaksinasi Bagi Penyandang Disabilitas