Penulis I Komang Pasek Antara
Baru kali pertama ikut lomba Ogo-ogoh Sekeha Teruna-Teruni (STT) Yowana Dharma Yoga,
Banjar Jangga Mekar, Jalan Gatot Subroto Amlapura, Desa Adat Karangasem, Kelurahan Karangasem, sepanjang gelaran lomba Ogoh-ogoh di Karangasem langsung menorehkan juara meski hanya peringkat II perolehan nilai 830, terpaut nilai 11,67 dari juara I dimenangkan STT Anom Darsana Banjar Kodok Darsana Jalan Gajahmada Amlapura raihan nilai 841,67. Sedangkan juara III diraih STT Iswara Banjar Kerti Celuk Negara Jalan Gatot Subroto, Amlapura perolehan nilai 815.
Lomba diselenggarakan Kelurahan Karangasem, Kecamatan Karangasem, Jumat (13/3/2026) sore di titik nol pusat Kota Amlapura, Taman Budaya Anak Agung Made Candra Bhuwana Amlapura Jalan Lettu Sinta.
Keberhasilan STT Yowana Dharma Yoga meraih juara II, dipacu oleh bekal rasa semangat dan kompak diantara anggota banjar dan STT meskipun jumlah anggota krama STT relatif sedikit hanya 49 orang, bahkan ketuanya seorang perempuan, sedangkan krama banjar juga kecil 40 KK. STT tersebut baru dibentuk tahun 2005 lalu.
Ogoh-ogoh STT Yowana Dharma Yoga diberikan nama “Jogor Manik”. Dijelaskan Ketua STT Yowana Dharma Yoga, Ni Nyoman Seri Handayani. Dalam ajaran agama Hindu diceritakan, setiap atma akan mempertanggungjawabkan seluruh karma yang diperbuat semasa hidupnya. Dalam prabhawa-Nya sebagai pengadil roh, beliau dikenal sebagai Sang Jogor Manik, manifestasi kekuatan suci yang bertugas mengantar dan mengadili atma atas karma-nya. Sang Jogor Manik berstana di Tegal Penangsaran sebagai bagian dari Tri Mandala Pura Besakih. Sebagai salah satu dari empat penguasa neraka serta patih Dewa Yama, beliau menjalankan tugas suci dalam menegakkan hukum karma.
Beliau digambarkan sebagai sosok tinggi besar dan menyeramkan, membawa gada atau golok sebagai simbol kekuatan dan keadilan. Roh yang telah memasuki neraka akan menjalani proses penyucian yang berat. Panas, gelap, penuh penyiksaan, bahkan untuk menyesalinya pun sudah terlambat. Roh-roh jahat penuh dosa tersebut akan disiksa habis-habisan tiada ampun oleh sang penjaga neraka sehingga perjalanan untuk kembali bereinkarnasi atau mengalami samsara menjadi semakin sulit. Di sanalah hukum karma bekerja secara adil dan tanpa pilih kasih.
Proses pembuatannya Ogoh-ogoh selama dua bulan menelan biaya sekitar Rp 25 juta sumber dana dari kas banjar, STT, sumbangan warga lingkungan sekitar dan pihak lain.
Diarsiteki oleh I Gede Aan. Menampilkan fragmentari dengan penata rias Tira Bali Wedding, penata tari Ni Komang Wiwin Sari Putri, sedangkan penata tabuh I Made Pande Wiranata, dan dalang I Made Japa
Ogoh-ogoh yang digelar dalam rangka menyambut perayaan hari suci Tilem Tawur Kesanga dibuka Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Lagosa. Hadir mendapingi Sekda Karangasem I Ketut Sedana Mertha disertai jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Karangasem, Lurah Karangasem Made Ardiana Putra selaku penyelenggara lomba, Manggala Puri Agung Karangasem, Anak Agung Bagus Partha Wijaya, Kelian Desa Adat Karangasem Anak Agung Made Kosalya, dan undangan lainnya.
Ribuan penonton warga Karangasem memadati Taman Budaya Anak Agung Made Candra Bhuwana menyaksikan 9 buah ogoh-ogoh persembahaan dari STT se-Kelurahan Karangasem tampil bergantain display di tengah-tengah taman.
Peserta Ogoh-ogoh STT, yakni STT Paramartha Banjar Adat Swadharma, STT Dharma Darsana Banjar Adat Dharma Darsana, STT Yowana Manggala Banjar Rata Dauh Kreteg, STT Pare Anom Bnjar Adat Pekandelan, STT Yowana Widya Dharma Desa Adat Susuan, STT Bhakti Hita Karana Banjar Pebukit, STT Anom Darsana Banjar Kodok Darsana, dan STT Iswara Banjar Celuk Negara.
Dibawah penilaian 3 orang juri dengan kreteria meliputi tema dan konsep, kwalitas kontruksi, anatomi, busana dan pepayasan/aksesoris serta ornamen, karakter/ekspresi, teknik penyelesaian/harmoni warna, kretivitas, narasari (sipnosis), dan penampilan /display.
Pemenang lomba juara I-III memperoleh hadiah uang, piala, piagam, dan uang masing-masing juara Rp10 juta, Rp7.5 juta, dan Rp5 juta.
Kelian Banjar Jangga Mekar, I Ketut Jenek Aryanta yang juga Penyarikan Desa Adat Karangasem, mengatakan, jadikanlah pengalaman ini dalam mengikuti even sebagai guru yang baik, bercermin di hari kemarin untuk melangkah ke depan. Teruslah berinovasi ke depan jangan cukup sampai di sini dan tumbuh kembangkan ide cemerlang yang positif .
Baca Artikel Menarik Lainnya : Guna Cegah Gangguan Kamtibmas Polsek Bebandem Gelar Blue Light Patrol