Bangli, Bali Dwipa News-Ketua DPRD Bangli, I Ketut Suastika ikut hadir dan memberikan apreasi atas komitmen Pemkab dalam upaya pelestarian alam/ penanaman pohon yang dilaksanakan di Desa Tiga, Susut, Bangli, Sabtu (21/2).
Bupati Bangli, SN. Sedana Arta didampingi Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar meresmikan dimulainya pembuatan Hutan Adat" Giri Upawana, di Dusun Linjong, Desa Tiga, Susut dengan mengusung tagline# Langkah Kecil Dampak Besar karena proyek tersebut merupakan simbol komitmen pemerintah daerah bersama masyarakat adat dalam menjaga kelestarian ekosistem pegunungan dan ketersediaan air di Bali.
Acara peresmian ditandai dengan penanaman bibit pohon lanka secara simbolis oleh Bupati Bangli bersama Ny. Sariasih Sedana Arta, didampingi Wakil Bupati, Ketua DPRD Bangli, I Ketut Suastika, Sekda, Forkompinda, tokoh masyarakat setempat dan aktivis lingkungan. Nama Giri Upawana diambil dari Bahasa Sansekerta yang berarti" Hutan Pegunungan" Kawasan ini diproyeksikan tidak hanya sebagai paru- paru hijau baru bagi Bangli, tetapi juga sebagai area konservasi flora lokal yang memiliki nilai ritual bagi masyarakat Hindu di Bali. Dalam sambutannya Bupati Bangli menyatakan pihaknya berkomitmen penuh menjadikan Linjong sebagai desa wisata ikonik berbasis komunitas. Kuncinya adalah masyarakat menjadi pelaku utama agar manfaat ekonomi dirasakan oleh mereka dengan tetap menjaga kelestarian hutan adat dan tradisi lokal sebagai perioritas. Dikatakan potensi Linjong sangat besar. Dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat dan investasi yang bertanggung jawab, lanjut dia bahwa pengembangan desa wisata ini adalah langkah kecil dampak besar bagi kesejahteraan warga sekaligus pelestarian lingkungan di Bangli. " Melalui konsep berbasis komunitas, saya optimis Desa Linjong akan menjadi destinasi wisata berkelanjutan yang mampu mensinergikan konservasi hutan adat dengan peningkatan ekonomi masyarakat lokal", ungkapnya.
Hutan Adat Giri Upawana ini merupakan kawasan konservasi berbasis masyarakat yang terletak di Banjar Linjong. Program ini berfokus pada penanaman pohon endemik dan pohon upacara, menjaga daerah resapan air di wilayah hulu serta menjadi laboratorium alam bagi generasi muda untuk belajar tentang keanekaragaman hayati.
Sementara Ketua DPRD Bangli, I Ketut Suastika memberikan apresiasi kegiatan penanaman pohon tersebut untuk merawat dan menjaga alam, sehingga lingkungan menjadi sehat dengan udara yang sehat, dan pikiran pun menjadi jernih. " Dengan lingkungan hijau alam pasti bersahabat dengan kita dan bencana alam tanah longsor dan banjir dapat dihindari, karena itu kami apresiasi komitmen Pemkab Bangli", tegas Ketua DPRD Bangli asal Desa Peninjoan, Tembuku, Bangli ini. ( sum)
Baca Artikel Menarik Lainnya : SAMBUT HARI BHAKTI IMIGRASI KE-73, IMIGRASI NGURAH RAI BUKA LAYANAN PASPOR AKHIR PEKAN DAN EAZY PASSPORT