2026-02-18 20:01:19

KISAH JERO MANGKU NGURAH KETUT ARNAWA KERJA KERAS BERSAMA ISTRI, DARI ASIN BERBUAH MANIS

Lingkungan Oleh: Putra



Penulis, I Komang Pasek Antara

Banyak cara orang menyiasati mempertahankan hidup untuk kepentingan diri dan keluarga masa depan. Adalah Jero Mangku Ngurah Ketut Arnawa, lansia (lanjut usia)  64 tahun. Suami dari Jero Mangku  Ayu Nyoman Puspawati, sudah 18 tahun hingga kini sejak tahun 2008 lalu menggeluti usaha kecil-kecilan hoem industri (usaha rumahan). Meski saat itu dirinya telah menyandang Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Pemerintah Kabupaten Karangasem, namun, dirinya sadar belum cukup memenuhi kebutuhan keluarga dengan dua anak untuk keperluan dapur dan sekolah anak, karena status kepegawaianya golongan kecil, sedangkan istri tidak bekerja hanya urus rumah tangga saja. Bahkan dia bersama istri  saat itu, masih tinggal sementara numpang di rumah keluarga. 
      Dirinya mencoba ngutak ngatik pikirannya, kira-kira usaha apa yang cocok tanpa modal besar. Akhirnya dia terinspirasi dari baca media massa, memilih UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) pembuatan kudapan kacang asin bahan dari kacang tanah, karena masa itu makanan ringan cukup populer di pasaran  karena digemari  dari kalangan semua umur.  Usahanya sampai dirinya pasca purnatugas dari PNS tahun 2020, cukup berkembang dan terbilang sukses sebatas bisa  memenuhi kebutuhan tambahan keperluan dapur, pendidikan anak dan lainnya. 
      Meski menyandang gelar Jero Mangku diwinten bersama istri tahun 2012 lalu, mereka bisa membagi waktu antara ngayah niskala dengan profesi usaha agar kebutuhan ekonomi dan pendidikan tetap berjalan. 
      Di tempat tinggalnya sekarang komplek Perumnas, Paye, Jalan Untung Surapati, Amlapura , Jero Mangku  terus merintis usaha kecilnya berdua dengan istri tercinta yang dinikahi tahun 1986 lalu. Katanya Jero Mangku belum lama ini, binaan dan alat proses pembuatan kacang asin beberapa alat komponen rakitan bantuan dari Dinas Pertanian Kabupaten Karangasem, serta alat bagian lagi dirancangnya sendiri dengan penggerak aliran listrik. Volume suara alat pemerosesan kacang sangat kecil tanpa menggangu lingkungan sekitar. Juga dapat binaan dari pemerintah melalui Dinas Perindustian dan Perdagangan Kabupaten Karangasem. Sebelumnya, pada awal mulai pembuatan kacang asin secara manual pakai alat penggorengan. 
      Meski usaha kacang asin tergolong  kecil rumahan, tapi berbuah manis, mampu menyekolahkan kesemua anak ngeyam pendidikan sampai ke perguruan tinggi, salah seorang putrinya sukses menyandang PNS. Termasuk dirinya sendiri bisa melanjutkan Strata Satu (S1) ke perguruan tinggi Universitas Mahsaraswati Denpasar tamat tahun 2004 bergelar SE (Sarjana Ekonomi). Dari hasil usahanya  mampu beli mobil bekas dan sebidang tanah di belakang rumahnya memperluas areal tempat usaha.

*Proses Pebuatan Kacang Asin dan Pemasaran*
Keterangan Jero Mangku, mantan pembaca berita di Radio SWIB FM Amlapura ini, pembuatan kacang asin melalui beragam proses. Diperlukan kehati-hatian agar hasil prosesnya bagus sesuai standar kesehatan dan rasa. Standar operasional prosudurnya, berawal dari kacang dipilah sesuai ukuran  besar-kecil kacang, lanjut perendaman, pencucian dan pentirisan. Setelah itu, agar rasa kacang renyah, enak dan gurih, proses  pembumbuannya  dicampur dari bahan alami, bawang putih, garam dan  gula batu. Kemudian, kacang dijemur di atas meja khusus meja penjemuran. Sambil menunggu kacang kering dari penejemuran, dipersiapkan pemanasan dengan pasir laut pilihan ducuci bersih ke dalam  slinder open. Sambungnya, kacang yang sudah kering tersebut, dimasukkan ke dalam slinder yang sebelumnya berisi pasir laut dipanaskan. Kacang dislinder open mencapai lama 2 jam sampai matang terlihat sedikit warna kecoklatan. Proses selanjutnya, kacang diayak menggunakan ayakan khusus bahan almunium, sehingga kacang terpisah dengan pasir. Terus berlajut, kacang ditempatkan khusus ditutup rapat dari kertas. Proses terakhir, kacang dikemas kantong plastik sesuai ukuran, siap dipasarkan. 
      Tutur Jero Mangku, yang pernah geluti profesi juru foto panggilan, awal usahanya hanya produksi 5 kilogram kacang. Seiring waktu usahanya terus meningkatkan, kini sekali produksi bisa mencapai  40 kilogram. Harga baku kacang tanah sekarang di pasar kualitas kelas 1 orsinil meroket naik bisa mencapai Rp42 ribu/kg. Kacang pruduksinya cukup laris manis, aroma bumbunya khas tradisi Bali, dan kacang tahan lama sampai beberapa minggu kuat tidak layu. Dia berharap pemerintah pemegamg kebijakan dapat menurunkan harga kacang agar usaha tetap hidup.
      Modal masih menjadi kendala dalam produksi, meski sudah memanfaatkan pinjaman dari pemerinah melalui Kridit Usaha Rakyat masih terasa belum cukup. Kendala lain, proses pembuatan kacang asin kata Arnawa, ketika musim hujan seperti sekarang ini, karena pejemuran alami membutuhkan panas sinar matahari langsung sehingga kualitas kacangnya bagus.
      Pemasaran, disamping konsumen langsung dipesan ke rumahnya, dia sendiri bawa langsung ke swalayan, toko dan warung di seputaran Karangasem. Konsumen lain, teman-teman jajaran Pemerintah Kabupaten  Karangasem untuk keperluan hidangan rapat dinas dan konsumsi pribadi. 
Kini perkembangan usaha bukan kacang asin saja, tetapi menambah jenis produksi kacang lainnya, kacang telor dan kacang kribo.

*Masa Kecil Yatim-Piatu Hidup Melarat*
      Dirunut ke belakang masa lalunya, Jero Mangku tife pekerja keras, tidak pernah menyerah menghadapi perjalanan hidup.  Sejak masih usia anak-anak, dia lanjutkan sampai saat ini setelah purnatugas dari PNS mengais rejeki usaha kacang asin. Pulang kerja kantor, istirahat sebentar dia  langsung kerjakan usahanya.
      Jero Mangku lahir di Kota Amlapura tahun 1962. “Saya banyak belajar dari pengalaman hidup masa kecilnya didera hidup melarat, katanya mengawali cerita. Menurut penuturannya, kisahnya panjang dan memilukan seperti rasa produk usahanya terasa asin. Dirinya sejak kecil yatim-piatu, umur lima bulan sudah ditinggal bapak meningggal, menyusul umur 5 tahun  kemudian ibunya meninggal. Genaplah penderitaannya. Dia anak paling kecil dari  4 saudara. Sejak ditinggal kedua orang tuanya umur 5 tahun, dia diajak neneknya di sekolahkan di Desa Sukasada, Buleleng. Sekolah kelas 3 SD pindah lagi diajak kakak ipar ke Mataram, Nusa Tenggara Barat. Di sanalah dia  merasakan kenal kegiatan usaha ekonomi. Pagi sebelum sekolah dia menjajakan dagangan pisang goreng di seputar tempat tinggalnya. Hanya setahun di Mataram, dia pindah lagi diajak kakak ipar ke Desa Padangbai, Kecamatan Manggis, Karangasem sampai sekolah di SMPN Ulakan (kini SMPN 1 Manggis). 
      Ada cerita pilu lagi penuturan Jero Mangku Arnawa. Usianya mulai beranjak dari kanak-kanak ke remaja saat tinggal di Desa Padangbai dekat pelabuhan kapal laut Padangbai-Lembar NTB. Dirinya memanfaatkan pulang sekolah dan hari libur mengais rejeki tambahan bekal sekolah.  “Saya jadi buruh angkut barang penumpang masuk-keluar kapal dapat upah Rp300 perhari, jualan makanan ringan tempeyek kacang hijau keliling di kapal dan seputar pelabuhan, bahkan “ngunuh”  pungut makanan dan buah-buahan ditinggalkan penumpang  mobil bus. Juga ikut bergabung dengan teman-teman sebayanya ngais rejeki melalui atraksi hiburan selam pungut uang koin di laut yang dilempar penumpang dekat kapal laut,” tutur mengenang nasib hidup masa kecilnya.
      Tamat sekolah dari SMP, Jero Mangku Arnawa diajak kakaknya pulang kembali ke tempat kelahirannya Amlapura sekolah di SMAN 1 Karangasem tahun 1978. Karena merasa kurang mampu biaya kehidupan dan sekolah, dia sekolah sambil bekerja bantu pekerjaan serabutan di Losmen Sidakarya, Jalan Gatot Subroto Amlapura, dan tinggal disana. Kini bangunan losmen tersebut telah beralih fungsi. 
      Tamat sekolah dari SMA tahun 1981, Jero Mangku mencoba ngadu nasib merantau ke Denpasar sebagai pekerja bar restoran di Kuta, dan pembantu rumah tangga tamu asing. Akhirnya perjalanan berujung tahun 1983 menyandang pekerja formal abdi negara di tanah Karangasem, diterima sebagai PNS di Kantor Penerangan Kabupaten Karangasem, kini Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik.

Baca Artikel Menarik Lainnya : Pantau Wilayah Pasca Pilkada, Babinsa Bakas  Pastikan Wilayah Binaan Aman Dan Kondusif