Dalam upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, akuntabel, dan berintegritas, Inspektorat Daerah Kabupaten Bangli menggelar Peningkatan Kompetensi Mandiri (PKM) edisi 6 Februari 2026 dengan tema: “Peran Audit TIK dalam Upaya Penguatan Peran Strategis Digital” bertempat di ruang rapat Kantor Inspektorat Daerah Kabupaten Bangli. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh jajaran pegawai Inspektorat, yang menandai komitmen bersama dalam meningkatkan kompetensi di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
Dalam arahannya Kepala Inspektorat Bangli, Jro Penyarikan Widata menekankan pentingnya audit TIK sebagai fondasi dalam memastikan pemanfaatan teknologi dalam pemerintahan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, serta meminimalisir potensi masalah yang dapat mengganggu pelayanan publik.
“Audit TIK bukan sekadar formalitas, melainkan instrumen vital dalam mengawal akuntabilitas dan efektivitas Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE),” tegas Jro Penyarikan Widata.
“Kita harus memastikan bahwa setiap investasi di bidang teknologi informasi memberikan nilai tambah yang signifikan bagi pelayanan publik dan pembangunan daerah", imbuhnya.
Kegiatan PKM ini juga mengacu pada Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika RI Nomor 16 Tahun 2022, yang mengamanatkan pelaksanaan audit TIK internal secara periodik. Ruang lingkup audit difokuskan pada tata kelola, risiko, dan pengendalian internal SPBE, memastikan bahwa setiap aspek sistem berjalan sesuai standar dan regulasi yang berlaku.
Narasumber internal yang kompeten di bidang TIK turut memberikan pemaparan mendalam mengenai audit TIK dalam konteks SPBE. Para auditor TIK diharapkan mampu memberikan rekomendasi konstruktif untuk perbaikan, sesuai dengan standar dan peraturan perundang-undangan, demi mencapai tujuan SPBE yang optimal.
Inisiatif PKM ini diharapkan dapat memperkuat peran Inspektorat Daerah Kabupaten Bangli dalam mengawal perencanaan pembangunan yang akuntabel, efektif, dan berorientasi pada hasil. Dengan komitmen yang kuat, Inspektorat terus berupaya menjadikan forum PKM sebagai sarana pembelajaran, penguatan kapasitas, dan kolaborasi antar aparat pengawasan.
Baca Artikel Menarik Lainnya : Babinsa Kutampi Atensi Penilaian Lomba Desa