2025-06-13 04:07:26

Dua Jiwa, Satu Layar: Romansa dan Legenda WD Mochtar & Sofia W.D.

Lingkungan Oleh: Putra


Dalam lampu sorot dan tirai waktu, dua bintang bersinergi—salah satunya hanyalah awal. Sofia WD, wanita berani kelahiran Bandung (12 Okt 1924), menapaki lintasan kobaran api perjuangan kemerdekaan sebagai sersan mayor intelijen. Dari medan gerilya ke panggung sandiwara, ia melangkah dengan keteguhan hati, lalu meledak namanya lewat film Air Mata Mengalir di Citarum (1948) hingga menjadi pionir sutradara di era 1960-an.

Sementara itu di Pontianak, WD Mochtar lahir 9 Mei 1928—berpangkat Letnan Dua TNI AU, kemudian hijrah ke layar lebar, menghadirkan wibawa sosok heroik di kumpulan film nasional. Debut sebagai pemeran utama di Badai Selatan (1962) membuka jalan menuju karya kultus seperti Matjan Kemayoran dan Sanrego, yang mengukuhkan posisinya sebagai aktor icon Indonesia dan Asia Tenggara.

Tak heran kisah mereka melebur—melalui kreatifitas dan lika-liku kehidupan. Setelah Sofia resmi mengadopsi nama “WD” usai menikah dengan Mochtar di tahun 1961/62, mereka bersama-sama menghidupkan Libra Film, mencipta kisah laga seperti Si Bego dari Muara Condet, Singa Betina dari Marunda, dan Si Bego Menumpas Kucing Hitam.

Drama sejati, bukan fiksi. Mereka melewati sukses, kesedihan, risiko ular dan fanatisme layar lebar—hingga Sofia menghembuskan napas terakhirnya 23 Juli 1986, dimakamkan sebagai pahlawan bangsa di TMP Kalibata, dan Mochtar menyusul pada 13 Desember 1997, dikebumikan dengan kehormatan militer.

> “Dari jejak gerilya hingga gemerlap layar kaca, WD Mochtar & Sofia W.D. melukis kisah cinta dan karya dalam satu kanvas megah. Tanpa henti berkarya, mereka buktikan: cinta sejati adalah cerita abadi yang tak lekang oleh waktu.”

#LegendaFilmIndonesia #WDMochtar #SofiaWD #RomansaLayarLebar #PahlawanKita #PasanganArtisLegendaris #CinemaHeritage #CintaDanKarya #GoldenEraFilm

Baca Artikel Menarik Lainnya : Babinsa Nyalian  Atensi Posyandu, Pastikan Kesehatan Balita Diwilayah