2024-12-28 22:27:58

Warga Kayu Selem se- Bali Bakal  Gelar Karya Nawa Gempang

Lingkungan Oleh: Putra


Bangli, Bali dwipa news. Krama dan warga Pasek Kayu Selem Gwasong se- Bali bakal menggelar karya  Mamungkah Ngenteg Linggih, Padudusan Agung, Tawur Balik Sumpah Agung Lan Lebur Sangsa Nawa Gempang di Pura Kayu Selem Gwasong, Kintamani, Bangli. Dimulai pada Umanis Wayang ( 14/4) sampai Sukra Umanis Langkir (9/5-2025). Puncak karya jatuh pada Redite Wage Kuningan (27/4-2025).

Pada rapat warga Kayu Selem di Gerya Desa Tiga, Susut, Bangli, Sabtu (28/12) Ketua Panitia Karya, Wayan Sukarya pada rapat yang dihadiri warga Kayu Selem se- Kabupaten Bangli dan Klungkung itu menyampaikan inti rapat tersebut yakni tentang rencana karya dimaksud. Sunarya menyampaikan tentang makna ritual karya, biaya karya, dan progres pembangunan di Pura Kayu Selem Gwasong, Kintamani. Dia juga memotivasi semangat warga Kayu Selem agar dapat melaksanakan karya dengan tulus ikhlas. Menurut Sukarya, sebelumnya telah dilaksanakan rapat di semua kabupaten/ kota lainnya. Rapat untuk warga Kayu Selem se-Bangli dan Klungkung  dilaksanakan yang terakhir. " Saya sudah laksanakan rapat- rapat di kabupaten lainnya, baru saja usai rapat di Kabupaten Badung, semua setuju dan semangat untuk menggelar karya, sedangkan untuk warga se- kabupaten Klungkung dan Bangli kamu lakukan terakhir ini. Biar ga salah kami minta jawaban dari Klungkung dan Bangli, gemana dengan Bangli dan Klungkung setuju digelar karya", tanyanya berulang- ulang dan dijawab setuju. Dia lalu memaparkan bahwa selain upacara Pendudusan Agung juga digelar upacara Lebur Sangsa Nawa Gempang. Menurutnya upacara Lebur Sangsa dan Nawa Gempang upacara yang sangat beda. Upacara ini bertujuan untuk penebusan dosa- dosa atas kekeliruan. Semisal punya sesangi ( janji) yang tidak dilunasi. Lebih dari itu tujuannya untuk mencapai keselarasan dan keselamatan umat. Juga untuk mengharmoniskan keluarga yang punya masalah. " Di sini pasti ada keluarga yang selalu ribut, masalah kecil jadi besar, tak henti- hentinya muncul masalah, mengaku ga kalo ada keluarganya ada masalah", ujarnya dijawab iya oleh sebagian peserta. 

Adapun jumlah pengempon Pura Kayu Selem Gwasong yakni di Bali yaitu 7.700 KK. Rencana bakal dikenai urunan untuk karya masing- masing KK Rp. 300.000.Jumlahnya bakal mencapai kurang lebih Rp. 2 miliar. Sedangkan dari prediksi panitia, bahwa biaya total mencapai Rp. 5 miliar. Karena itu Sunarya memotivasi semangat krama untuk mapunia.Terutama kepada krama yang sudah mendapat banyak berkah. Krama di Lampung,Sumatera,katanya sudah memberi signal untuk mapunia. Punia tidak harus berupa uang saja, tetapi juga boleh berupa wewalungan ( binatang) semisal kebo dan lainnya. Beraneka wewalungan bakal diperlukan untuk upacara tersebut. Kalau mapunia berupa barang dan binatang, diharapkan jauh hari menyampaikan kepada panitia, dengan harapan tidak kebanyakan barang pada satu sisi, sementara ada kekurangan sarana upacara lain yang diperlukan. " Kalau sumbangan gula menumpuk, apa kita menjadi dagang gula nanti, kan ga, makanya kalau gula udah banyak sumbangkan yang lain"imbuhnya

Rapat saat itu rapat berjalan lancar meski cukup lama. Kepada peserta rapat dihimbau untuk menyebarluaskan isi rapat terutama kepada yang tidak hadir. Pada saat itu peserta diberi lembaran dudonan upacara serta upacara yang mesti dilakukan di pura pekarangan dan pura dadia masing- masing seperti memenjor pada setiap pekarangan sembari ngunggahang Daksina Linggih di sangah kemulan dan sanggah dadia dan pada saatnya kelinggihang di Pura Kayu Selem Gwasong. 

Utk diketahui hadir pada rapat tersebut sekitar 200 orang. Mereka juga mendapatkan arahan dari Sri Empu Gerya setempat serta penyampaian progres pembangunan oleh Ketua Panitia Pembangunan Jro Wayan Jamin. Sedangkan selaku pemandu rapat yakni Jro Jaman dari Desa Awan, Kintamani yang sekaligus sebagai koordinator warga Kayu Selem se- Kabupaten Bangli( sum)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Beri Santiaji, Ini Pesan Danramil Klungkung Kepada Para Babinsa