Semarapura.Satpol PP Kabupaten Klungkung telah menutup wahana flying fox di Pantai Diamond, Desa Pejukutan, Kecamatan Nusa Penida. Hal ini setelah dilakukan pengecekan, ternayta wahana tersebut berlum mengantongi izin.
Satpol PP Klungkung melakukan pengecekan lapangan, setelah adanya video viral di medsos adanya wahana flying fox di seputaran Pantai Diamond. Flying fox tersebut membentang dari tebing satu ke tebing lainnya dengan ketinggian sekitar 30 meter, sementara dibawahnya merupakan laut lepas.
Dalam video viral di Tiktok, ada seorang WNA yang masih anak-anak mencoba wahana flying fox. Namun ia justru tersangkut ditengah-tengah. Wisatawan lain yang melihat kejadian itu langsung panik. Beruntung anak-anak tersebut mampu kembali meluncur, dengan menggerak-gerakan tubuhnya.
Dihubungi terkait hal tersebut Kasatpol PP selaku Tim Yustisi Dewa Putu Suarbawa ,selasa( 16/7/2024) membenarkan pihaknya sudah langsung turun kelokasi.
"Pengecekan ke lapangan dilaksanakan pada Selasa,
9 Juli 2024, bersama intansi lainnya seperti PUPR, Kecamatan Nusa Penida dan DLHP," ungkapnya.
Dari hasil pengecekan, ternyata pihak perusahaan yang membuat wahana flying fox itu belum bisa menunjukan dokumen perizinan. Lalu pihak pengusaha dipanggil, Jumat (12/7/2024) lalu dengan dihadiri pihak terkait.
"Berdasarkan kajian masing-masing OPD (organisasi perangkat daerah), pada saat rapat pemanggilan tersebut diputuskan wahana flying fox ditutup per hari jumat 12 juli 2024," ujar Dewa Putu Suarbawa tegas.
Sementara pihak pengusaha flying fox, bersedia memenuhi semua ketentuan perijinan, sebelum beroperasional. Diketahui wahana flying fox itu sudah beroperasi sejak 2 Juli 2024 lalu.
"Dari hasil pemanggilan tersebut, saya minta agar pihak flying fox segera mengurus perijinannya.
Peran investor memang penting dalam membangun sektor pariwisata, akan tetapi mereka harus tunduk dan patuh terhadap ketentuan peraturan yang ada di Kabupaten Klungkung," tegas Dewa Putu Suarbawa mengingatkan pengusaha lainnya.Sug/Roni.
Baca Artikel Menarik Lainnya : Bupati Suwirta minta IKM untuk berinovasi dengan produknya